Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Akhirnya Mamah-mamah RT 11 sampai juga di Tweety yang langsung disambut bagian marketing tempat wisata Tweety di gerbang masuk.
Beruntung cuaca cerah, biasanya sore hujan, jadi kami berangkat bakda dhuhur karena waspada cuaca ekstrem.
"Ayuk foto-foto dulu!"
"Background nya gedung yang ada tulisannya new Tweety saja!"
"Kalau mau foto-foto, di dalam saja, Bu. Di depan ikon Tweety. Tapi masuk dulu!" Kami disambut bagian marketing new Tweety.
"HTMnya berapa?" Semua bertanya -tanya.
"HTMnya 3 ribu, tapi kalau berbelanja di sini, HTMnya gratis!" Jawab personal marketing nya.
"Belanjanya minimal berapa?"
"Bebas, pokoknya belanja di toko kami!"
"Ayo, belanja saja!" Para mamah RT 11 langsung memilih belanja. ( Jangan bilang-bilang ya, hari ini baru saja pembagian tabungan RT, jadi kantong para mamah lagi tebal, hihihi)
Awalnya, dari informasi sebelumnya, HTMnya sebesar 3 ribu. Ini seharga roti paling murah di New Tweety, jadi kalau belanja 1 roti saja sudah bisa masuk tanpa beli tiket.

Ada juga versi lain, tiketnya 8 ribu dan mendapatkan 1 kue Bluder seharga 7 ribu dan satu gelas air putih kemasan. Jadi sama saja, kalau membeli produk Tweety, tidak perlu membayar tiket masuk untuk mengeksplor taman wisata new Tweety.
Sebelum masuk dan melihat kondisi di dalam, kita diarahkan untuk berbelanja ke tokonya dulu.

Ternyata tokonya tidak terlalu luas, jadi kita harus berdesak-desakan, akhirnya Saya memilih belanja belakangan sambil mengamati produk yang dijual. Semua oleh-oleh diproduksi sendiri oleh new Tweety.
Yang paling mendominasi ada Bluder mini yang dibandrol 7 ribu rupiah, dengan varian coklat, keju, dan coklat kacang. Ada juga aneka roti sobek seharga 3 ribu, dari roti pisang, keju, sampai kacang yang dikemas bijian.

Saya tertarik bludernya dan memilih rasa keju kesukaan saya dan coklat kesukaan suami. Cukup dua-dua. Ada juga floss rol abon yang menggoda, saya ambil 2 juga.
Floss roll (roti abon gulung) adalah roti lembut khas Asia Tenggara yang digulung dengan olesan mayones dan lapisan luar abon ayam atau sapi melimpah. Tak heran saat mencicipi terasa asin, mungkin karena mayones nya sudah asin, dan abonnya juga asin, jadinya rasanya salty. Keasinan.
Comot sana comot sini. Tapi saya nggak kalap, pokoknya kupersiapkan 100 ribu rupiah untuk belanja oleh-oleh. Selama belum melampaui limit, saya masih asyik comot sana comot sini untuk kue yang kayanya lezat dan saya suka.

Tips juga untuk belanja sesuka nya ya, kita tetapkan limit belanja, jadi tidak terjebak dalam belanja tanpa aturan meski asyik comot sana comot sini dan masuk ke keranjang belanja. Hehehe...
Selain produk bakery, ada juga kue kering seperti pia ubi ungu dan kacang ijo, probitas atau biskuit bagelen, dan tidak ketinggalan kue khas Magetan, yaitu bolu Magetan. Ada juga ampyang atau gula kelapa. Sayang nya tidak ada kue basah semacam brownis atau lapis kukus kesukaan saya. Atau ada tapi stok pas kosong. Entahlah!
Sebenarnya saya ingin wadah dari karton, tapi ternyata itu khusus untuk pembelian Bluder minimal 10 pieces baru bisa free. Kalau belinya tidak sampai 10, boleh beli wadah karton nya seharga 10 ribu. Akhirnya saya pilih kantong kresek saja seperti mamah lainnya buat ditenteng, hehehe.
Sebelum melihat kondisi di dalam tempat wisata, yuk kita simak video keseruan Mamah-mamah belanja dan apa yang dipilih.