Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Jadi, berapa paket tadi takjil yang sudah terbagi habis?" Tanya Om Fery, dedengkot Camping Adventure Family (CAF) Mampiro bersama Om Arif, Om Rudy, dan lain-lain.

"Alhamdulillah 1100 paket sudah terbagi habis!" Jawab salah satu istri yang ikut seru-seruan berbagi takjil di depan rumah Om Rudi.
" Kita sudah mulai membagikan sejak siang, hampir 3 jam sampai habis!" Tante Fery ikut menjawab.

Masya Allah. Berbagi takjil kali ini sungguh luar biasa. Bukan karena kita ingin validasi oversharing. Bukan. Tapi karena CAF Mampiro ingin menginspirasi, bahwa perbuatan baik itu jangan ditunda-tunda, apalagi di saat bulan puasa

Berbagi juga menjadi semakin seru dan bermakna saat dilakukan bersama. Dari yang menyumbang 100 nasi kotak, ratusan paket snack, sampai donasi uang semua dipersilakan. Tak heran bisa terkumpul 1100 paket takjil yang sudah dibagikan.
Acara bagi takjil gratis ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026 di depan rumah Om Rudi sekaligus berhadapan dengan MTSN Kebonsari.

Acara yang diwarnai hujan ini tak menyurutkan semangat anak-anak dan para anggota CAF Mampiro untuk membagikan takjil pada para pengguna jalan yang diterima dengan antusias.

Dari pengguna sepeda motor, mobil, truk cargo, truk besar, semua diberi kalau mereka bersedia menerima.
Berbagi takjil gratis di bulan Ramadan bukan sekadar tradisi memberikan makanan pembuka, tetapi memiliki dimensi sosial dan spiritual yang sangat dalam. Dari sisi kemanusiaan hingga pengembangan diri.

1. Menebar Kebaikan dan Mempererat Silaturahmi
Berbagi takjil menjadi jembatan interaksi antar sesama. Kegiatan ini menghapus sekat sosial karena makanan dibagikan kepada siapa saja yang lewat, mulai dari pekerja yang masih di jalan, musafir, hingga masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat di tengah masyarakat.
2. Membantu Sesama yang Membutuhkan
Bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau pejuang nafkah yang belum sempat pulang ke rumah, takjil gratis sangat membantu untuk segera membatalkan puasa tepat waktu. Ini meringankan beban mereka yang mungkin kesulitan mencari tempat berbuka di tengah kemacetan atau keterbatasan biaya.

3. Melatih Empati dan Kedermawanan
Secara personal, rutin berbagi di bulan Ramadan melatih kita untuk lebih peduli terhadap kondisi orang lain. Ini adalah bentuk nyata dari digital detox yang produktif; alih-alih hanya berinteraksi dengan layar, kita terjun langsung ke lapangan dan merasakan kebahagiaan saat melihat senyum orang lain.
4. Peluang Syiar dan Edukasi
Bagi komunitas atau organisasi, berbagi takjil bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai positif. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.

5. Menularkan Energi Positif
Kebaikan itu menular. Ketika seseorang melihat orang lain berbagi, biasanya akan muncul keinginan untuk melakukan hal yang sama. Hal ini menciptakan ekosistem sosial yang penuh kasih sayang dan gotong royong selama bulan suci.
Saat paket takjil yang tersedia habis, dari dalam rumah stok selalu bertambah diambil lagi dan lagi. Tak heran kalau waktu pembagian takjil mencapai waktu 3 jam.
Akhir stok takjil habis, dan meja-meja dimasukkan untuk diganti dengan menu berbuka, karena setelah acara pembagian takjil usai, akan dilaksanakan buka puasa bersama yang tak kalah seru dan syahdu. Eh...
Sebelum mulai memasuki acara bukber, yuk kita foto bareng dulu buat kenangan ya.


Setelah foto-fotonya, Yuk kita intip dulu keseruan video berbagi takjil sebelum mengikuti acara buka bersama komunitas Camping Adventure Family: Mampiro