Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Acara yang diwarnai hujan ini tak menyurutkan semangat anak-anak dan para anggota CAF Mampiro untuk membagikan takjil pada para pengguna jalan yang diterima dengan antusias.

Dari pengguna sepeda motor, mobil, truk cargo, truk besar, semua diberi kalau mereka bersedia menerima.
Berbagi takjil gratis di bulan Ramadan bukan sekadar tradisi memberikan makanan pembuka, tetapi memiliki dimensi sosial dan spiritual yang sangat dalam. Dari sisi kemanusiaan hingga pengembangan diri.

1. Menebar Kebaikan dan Mempererat Silaturahmi
Berbagi takjil menjadi jembatan interaksi antar sesama. Kegiatan ini menghapus sekat sosial karena makanan dibagikan kepada siapa saja yang lewat, mulai dari pekerja yang masih di jalan, musafir, hingga masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat di tengah masyarakat.
2. Membantu Sesama yang Membutuhkan
Bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau pejuang nafkah yang belum sempat pulang ke rumah, takjil gratis sangat membantu untuk segera membatalkan puasa tepat waktu. Ini meringankan beban mereka yang mungkin kesulitan mencari tempat berbuka di tengah kemacetan atau keterbatasan biaya.

3. Melatih Empati dan Kedermawanan
Secara personal, rutin berbagi di bulan Ramadan melatih kita untuk lebih peduli terhadap kondisi orang lain. Ini adalah bentuk nyata dari digital detox yang produktif; alih-alih hanya berinteraksi dengan layar, kita terjun langsung ke lapangan dan merasakan kebahagiaan saat melihat senyum orang lain.