Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Menu berbuka puasa dengan konsep real food (makanan alami dengan minim pengolahan dan tanpa bahan tambahan kimiawi) sangat baik untuk mengembalikan energi tanpa membuat tubuh terasa berat atau mengantuk.
Meski kita merekomendasikan menu real food, tapi jangan sampai kita kekurangan gizi gara-gara konsep real food. Jadi kita tetap mengacu pada menu Real Food dan Bergizi.
Terkadang konsep real food agak membingungkan, karena makanan utuh minim pengolahan biasanya berupa buah dan sayuran lalap.
Tapi lebih jauh lagi, mungkin real food bisa mengacu pada makanan dengan pengolahan seperti dikukus, direbus, atau mungkin lebih toleransi lagi dengan ditumis, tapi menghindari digoreng. Meski begitu tetap tidak boleh melupakan konsep Real Food dan Bergizi.

Selain itu, real food dan bergizi menghindari bahan tambahan kimiawi seperti pengawet, pengempuk, pengenyal, pewarna, dan zat aditif lainnya yang bisa kita buat sendiri dengan pewarna alami, mengawetkan dengan disimpan di freezer, pengenyal dengan putih telur, misalnya, pengental dengan sedikit tepung.
Jika biasanya kita berbuka dengan yang manis, kini kita coba membuat menu berbuka dari takjil sampai makanan utama yang mengacu ke real food dan bergizi.
Jika kita biasa menikmati kuliner western, biasanya andalan real foodnya adalah salad sayuran dengan dressing minyak zaitun, atau menikmati buah secara langsung seperti alpukat yang dikombinasikan dengan telur rebus, atau daging dan ikan kukus.

Tapi untuk masyarakat Indonesia, mungkin real food yang biasa dikonsumsi sedikit lain, lebih spicy dan kaya rempah sekalipun cuma dikukus.