Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Camping di Bendung Kendalsari: Olahraga, Senam, dan Memancing

20 April 2026   19:08 Diperbarui: 20 April 2026   22:02 247 17 10

Gembira bertemu banyak peserta CVI dari berbagai daerah. Jangan lupa bahagia (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Gembira bertemu banyak peserta CVI dari berbagai daerah. Jangan lupa bahagia (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Bendung Kendalsari atau Bendung Karang Kendal(BKK) adalah sebuah tempat wisata yang lama agak terbengkalai dan kini mulai ditata kembali dan diharapkan bisa menjadi tempat wisata yang nyaman bagi para pengunjungnya.

BKK Kendalsari berlokasi di Dusun Mbulurejo, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Camping CVI kali ini diselenggarakan oleh CVI Jateng berupa Camping Halal Bihalal dengan tema Camping kosong-kosong. 

Acaranya terdiri dari silaturahmi, camping, baksos, dan memancing.

Suami yang paling antusias mengikuti acara ini, tapi sayang nya saat saya tanya juga tidak paham lokasinya.

Saat melihat google maps sekilas, rutenya nyaris full via jalan tol, padahal exit tol tidak bisa seenaknya. Tidak ada keterangan jelas harus keluar di pintu tol mana, tapi rutenya langsung nyambung dari jalan tol ke lokasi tujuan. Kalau keluar dari pintu tol Prambanan sepertinya kejauhan, tapi kalau dari exit tol Klaten sepertinya sudah ditutup. Begitu pula tol Kartasura, biasanya langsung Prambanan.

Akhirnya saya memutuskan lebih baik masuk dari tol Ngawi, sebab kalau dari tol dumpil, Madiun, kita harus ke arah timur Utara, baru ke barat. Tentunya malah boros waktu dan biaya, sebab tujuan lewat tol tentunya menghemat jarak dan waktu, tapi harus sedia biaya berlebih.

Gerbang tol Karanganyar (Dokumentasi pribadi)
Gerbang tol Karanganyar (Dokumentasi pribadi)

Beruntung suami bersedia, biasanya nggak mau. Tapi setelah aku bilang silakan, tapi tolnya bayarin, memilih ngikutin ruteku. Hihihi...meski pulangnya marah dan memaksa lewat tol sampai Madiun, karena kalau keluar Ngawi katanya capek dan boros bensin, padahal dia yang bayarin bensinnya. Hahaha...ya sudah. Istri harus mengalah dan patuh biar nggak ribut melulu.l

Kuturutin saja. Kasihan juga capek nyetir. Meski mungkin kalau keluar Ngawi juga nggak jauh beda, malah menurutku lebih dekat karena lokasi rumah kami berbatasan dengan Magetan, di sebelah barat, tentunya lebih dekat ambil arah barat, daripada mutar lewat Utara ke timur, dan dari dumpil balik ke arah selatan dan berbalik ke barat. 

Serunya Memancing di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Serunya Memancing di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Ternyata otak perempuan lebih logis daripada perasaan. Berbeda dari yang biasa dikatakan kalau laki-laki lebih logis dan memanfaatkan otak. Ternyata itu tidak berlaku sama sekali untuk kami berdua. Eh...kok malah curhat!

Kembali berbicara arah ke Wisata BKK Kendalsari ini, akhirnya bisa kami laksanakan masuk tol ngawi dan keluar dari tol Palur(Karanganyar). Ternyata dari Palur ke Kartasura rute cukup padat merayap dan mengalami perlambatan, sebab suami memilih rute yang melewati masjid Al Zayed, tak heran lalulintas padat karena di hari Sabtu banyak orang yang berwisata religi ke Masjid Al Zayed, Solo.

Akhirnya sampai di Kartasura, suami menyuruh buka maps. Tapi saya bilang, rutenya seperti biasa jalur Solo-jogja, tapi nanti di Klaten baru belok. Meski begitu diam-diam saya tetap buka maps, tapi baru sampai Kartasura kok sudah suruh belok, padahal lokasinya di Klaten. 

Camping di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Camping di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Setelah saya pelajari, ternyata mapsnya selalu mengarah ke jalan tol. Oalah!

Akhirnya di mesin pencarian saya tulis, hindari jalan tol. Barulah rutenya sesuai yang saya inginkan. Tapi ternyata lewat tengah kota. Ngamuk lagi deh yang nyopir. Kalau jalan ramai dan banyak lampu merah pasti mengumpat nggak karuan. Pura-pura nggak dengar sajalah. Ndableg seperti biasanya! Hehehe..  

Sampai akhirnya harus berbelok di jalan Mpu Sedah, suami protes lagi.

"Itu gang sempit, nanti dilewatkan gang-gang lagi, lewat bypass saja!" Duh, kumat lagi nih. Cari jalan sendiri, tapi kalau nyasar semakin jauh, memaki google maps, dan ngamuk sama yang duduk di sebelah nya. Uji kesabaran pokoknya.

"Tapi ini harus belok, sudah lurus dan on the track, nggak belok-belok lagi. Nanti kalau salah pasti juga ditunjukkan jalan alternatif!" Kali ini saya juga bersikeras. 

Senam di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Senam di BKK Kendalsari Klaten (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Akhirnya mau juga belok ke jalan Mpu Sedah, ternyata jalannya sudah lumayan halus, dan cukup untuk 2 mobil dari arah berlawanan. Menurutku sih, ini jalan nya termasuk kategori bagus dan nyaman.

"Kok ya dilewatkan jalan desa seperti ini. Nanti putar-putar melulu nggak nyampai-nyampai!"

Ealah....apa bapak-bapak itu sukanya ngomong dan mengeluh melulu ya. Ya lewat jalan desa, wong yang dituju saja lokasi perkemahan yang biasanya di tempat terpencil. Tadi lewat dalam kota juga protes, banyak lampu merah. Apa begitu ya, laki-laki. Beda sama perempuan, lebih banyak diam dan mengamati. Kalau salah jalan ya tinggal balik atau belok. Ribet deh kalau pergi sama bapak-bapak. Ngomel melulu!

Ternyata jalan tetap konsisten beraspal dan lancar. Cuma mendekati lokasi ada beberapa tikungan tajam, tanjakan dan turunan, tapi Alhamdulillah lancar sampai tujuan.

Sampai di lokasi, peserta sudah banyak yang datang, sekitar 75%.  Pandangan pertama langsung tertuju ke bendung Kendalsari. Tidak terlalu luas, dan sepertinya tidak terlalu dalam. Beruntung cuaca sangat cerah. Tapi pemandangan gunung Merapi yang menurut sebuah referensi bisa terlihat dari sini, ternyata tidak nampak sama sekali.

Setelah registrasi ke panitia, dengan membayar 100 ribu/ KR kami dipersilakan memilih sendiri lokasi ngecamp di tempat yang kosong, diberi stiker dan bendera kain segitiga bertuliskan simbol CVI Jateng.

Alhamdulillah, akhirnya dapat tempat ngecamp yang nyaman (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Alhamdulillah, akhirnya dapat tempat ngecamp yang nyaman (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Lapangan utama ternyata sudah penuh, jadi kami menuju lapangan selanjutnya yang masih relatif kosong. Kami melewati Musala dan toilet yang tersedia sebagai fasilitas. Tapi untuk listrik, kami harus mandiri, membawa sumber listrik sendiri. Suami membawa inverter tenaga aki. Cukuplah untuk menyalakan lampu.

Di camping ground Kendalsari ini rumputnya cukup lebat menghijau. Lumayan, bisa nyaman untuk tidur.

Yuk kepoin serunya camping di Bendung Kendal sari dalam video nya 


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3