Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Ini juga Nte. Ini juga bisa dimakan. Rasanya manis!"
"Oh, ini Parijotho!" Kataku sok tahu. Tapi ternyata salah. Yang kukira tanaman parijotho ternyata bukan.
"Parijotho daunnya tidak berbulu, lebih tebal, dan buahnya lebih besar bergerombol!" Kata Mas Nanang.

Eh, ternyata Aku salah. Kucoba berselancar di google. Ternyata tanaman yang banyak tumbuh di sepanjang perjalanan adalah kasapan, ada juga yang menyebut harendong bulu, dengan nama latin Clidemia hirta.
Buah daun kasapan (Clidemia hirta) berbentuk bulat kecil, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi ungu tua hingga kehitaman saat matang, dengan tekstur sedikit berbulu.

Tanaman ini sering dianggap gulma, namun buahnya dapat dimakan dan ekstrak daunnya digunakan sebagai pestisida nabati karena kemampuannya menekan hama.
Buah yang matang berasa manis dan aman dikonsumsi.
Sedangkan tanaman parijotho justru tidak kami temukan di sepanjang perjalanan.
"Kalau Parijotho bermanfaat untuk kesuburan," kata Pak Kim menjelaskan.