Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Masuk gang, belok ke pasar kaget yang sudah bubar, dan langsung sampai lokasi. Terlihat gapura bertuliskan goa Akbar.
Untuk loket tiket masuknya agak ke Timur sedikit. HTM nya relatif terjangkau, hanya 10 ribu/orang.
Memasuki goa kami memakai masker yang sudah kami persiapkan. Tapi ternyata kondisi dalam goa cukup bersih, mungkin belum lama dibersihkan. Bau kotoran kelelawar juga tidak terasa. Jadi masker kami buka.

Tidak jauh dari pintu masuk, di dalam goa ada pertapaan Andong Tumapak. Andong diartikan sebagai Inggil atau tinggi, sedang Tumapak adalah tempat duduk. Dalam terjemahan bebas, andong Tumapak diartikan sebagai tempat bertapa untuk duduk yang menggantung di dalam goa, di tempat yang tinggi.

Pertapaan Andong Tumapak dipercaya sebagai tempat pertapaan Sunan Bejagung yang mempunyai nama asli Sayyid Abdullah Asyari sebagai penyebar agama Islam di pulau Jawa sebelum wali songo.
Beliau bertapa atas permintaan Bupati Tuban, untuk mohon petunjuk pada Allah SWT dalam menghadapi musuh yang menyerang kabupaten Tuban.
Sesekali memang ada kelelawar yang mengepakkan sayapnya melintasi perjalanan kami, tapi tidak mengganggu. Suasana dalam goa cukup mencekam, tapi kami menanggapinya dengan santai, tidak berlebihan.

Banyak lampu penerangan, sehingga kami tetap bisa berjalan nyaman melintasi goa, rutenya juga relatif datar, jadi tidak membuat kami capek. Hanya perlu hati - hati saat lantai goa basah dan sedikit licin.