Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Trip To Tuban 6: Menyisir Goa Akbar dalam Kelepak Kelelawar

13 Mei 2026   13:14 Diperbarui: 13 Mei 2026   15:55 137 10 3

Terkadang kami berpapasan dengan pengunjung yang baru masuk, sedang kami mengarah ke pintu keluar, dibatasi pagar stainless steel yang aman, tapi mungkin jadi sedikit kontras dengan goa yang alami.

Banyak stalagtit dan stalagmit yang terbentuk dari tetesan air yang masuk ke goa (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Banyak stalagtit dan stalagmit yang terbentuk dari tetesan air yang masuk ke goa (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Menyusuri goa juga harus hati-hati dan memperhatikan arah dengan cermat. Saat keluar, kita harus mengikuti petunjuk arah panah yang bertuliskan exit atau keluar agar tidak tersesat, sehingga hanya berputar -putar di dalam goa tanpa bisa keluar.

Di belakang kami juga ada rombongan pengunjung yang ikut menyusuri goa. Tapi saat sudah mencapai setengah perjalanan, sepertinya mereka berbalik arah dan kembali ke pintu masuk.

Rombongan pengunjung di belakang kami(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Rombongan pengunjung di belakang kami(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Perjalanan menyusuri goa cukup lama dan sempat merasakan kengerian dan bulu kuduk yang meremang. Berasa merasakan pengalaman horor yang hanya bisa dirasakan oleh indera keenam. Rasa yang diam-diam menyusup dan membuat merinding. Tapi saya berusaha untuk tetap logis dan mempertahankan nalar. 

Apalagi saat melintasi lobang goa yang agak sempit dan gelap, dan berada di jalan bercabang yang ambigu. Untunglah ada tulisan exit/keluar yang memandu, sehingga tidak membuat tersesat. Saat bisa melalui rute-rute menyeramkan berasa mendapat hoki seumur hidup.

Serem, lobang sempit dan gelap (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Serem, lobang sempit dan gelap (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Perjalanan yang cukup menguras rasa dan energi, meski tidak seberat rute goa gong di Pacitan, di sini lebih ringan karena rute yang dilalui cukup datar, sehingga tidak memforsir tenaga.

Gawang Marabaya, pernah digunakan Sunan Bonang untuk melarikan diri dari kejaran Sam Poo Khong(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Gawang Marabaya, pernah digunakan Sunan Bonang untuk melarikan diri dari kejaran Sam Poo Khong(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Di dalam goa Akbar juga terdapat lorong goa yang disebut Gawang Marabaya. Gawang diartikan sebagai pintu, dan Marabaya diartikan sebagai bahaya besar, atau marabahaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4