Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Dolar naik? Wah...topik yang sangat mempengaruhi moda perekonomian nih. Banyak yang mengurangi bahkan menghentikan aktivitas Travelling. Tapi kalau traveling nya dengan camping bersama seperti nya masih aman dilakukan. Hehehe...
Saat menikmati makan siang, kami ajak juga Tante Munir yang tendanya bersebelahan. Tapi kebetulan peserta lain juga mulai berdatangan, sehingga Om Munir dan Tante Munir menyambut peserta yang baru datang.

Ada Om Sis dan Keluarga, juga Om Muin yang datang bersama. Karena sudah terlanjur menikmati makan siang, jadi kami lanjutkan dulu makan siangnya. Biarlah yang baru datang berbenah dulu.
Semakin banyak peserta camping yang datang, kita semakin senang. Banyak teman yang juga harus langsiran dan usung-usung, hihihi....
Tante Munir sudah mempersiapkan es "sunlight", favorit nya CAF Mampiro. Warnanya hijau dengan aroma soda dan irisan jeruk nipis. Saat ditawari saya langsung mau. Dasar nggak bisa basa basi. Eh... hehehe!
Ternyata Tante Munir menjadi juru masak. Ada yang bawa daging presto rupanya. Rencananya mau dimasak tongseng. Wah...enak nih!

Usai makan siang bersama, saya dan Tante Etik bergabung dengan Tante Pur, Tante Munir , Tante Sis, dan Tante Muin yang asyik memasak tongseng. Aku membantu ngobrol saja dan icip-icip. Eh...
Btw, tahu tongseng kan? Itu masakan yang mirip gule, tapi selain daging, ditambah sayuran juga seperti kol, daun bawang dan irisan tomat. Juga cabe rawit yang dibiarkan utuh. Dikasih kecap juga.