Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

"Kulit Kelengkeng" Mengolah Sampah Dapur Menjadi Nutrisi Alami Untuk Tanaman

24 Juli 2026   14:12 Diperbarui: 24 Juli 2026   14:12 168 11 7


Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Kelengkeng: Ubah Sampah Dapur Menjadi Nutrisi Alami untuk Tanaman

Siapa sangka, kulit kelengkeng yang biasanya langsung masuk ke tempat sampah ternyata masih menyimpan manfaat luar biasa. 

Setelah menikmati manisnya buah kelengkeng, sebagian besar dari kita pasti hanya menyisakan tumpukan kulit yang dianggap tidak berguna. 

Padahal, jika diolah dengan benar, limbah organik ini dapat disulap menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah rumah tangga.

Infografis mengolah limbah kulit kelengkeng menjadi pupuk organik cair. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)
Infografis mengolah limbah kulit kelengkeng menjadi pupuk organik cair. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)

Masalah sampah organik di Indonesia memang masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, sampah sisa makanan masih mendominasi komposisi sampah nasional dengan porsi sekitar 40% dari total sampah yang dihasilkan setiap tahun.

Sebagian besar sampah tersebut berasal dari rumah tangga, termasuk sisa buah-buahan seperti kulit kelengkeng.

Jika terus dibuang ke tempat pembuangan akhir, sampah organik akan menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Karena itulah, mengolah limbah kulit kelengkeng menjadi pupuk organik cair merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja di rumah. Selain mengurangi volume sampah, cara ini juga menghasilkan pupuk alami yang aman bagi lingkungan dan mampu menyuburkan tanaman.

Kulit kelengkeng mengandung berbagai senyawa organik yang dapat menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme selama proses fermentasi

Ketika difermentasi menggunakan larutan gula merah atau molase dan aktivator seperti EM4, senyawa organik tersebut akan terurai menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman. Hasil akhirnya berupa cairan berwarna cokelat dengan aroma khas fermentasi yang kaya unsur hara dan mikroorganisme baik.

Pembuatan pupuk organik cair dari kulit kelengkeng pun tergolong mudah. Bahan yang diperlukan hanya sekitar satu kilogram kulit kelengkeng, satu liter air bersih, sekitar 100 mililiter EM4, dan lima sendok makan gula merah cair atau molase. 

Semua bahan dimasukkan ke dalam wadah tertutup, kemudian diaduk hingga tercampur rata. Setelah itu, wadah ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh selama kurang lebih dua minggu. Setiap dua atau tiga hari sekali, tutup wadah dibuka sebentar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar wadah tidak mengembang.

Setelah proses fermentasi selesai, cairan disaring sehingga diperoleh pupuk organik cair yang siap digunakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2