Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Engagement atau Kualitas Tulisan? Saran Buat Admin Kompasiana

24 Juli 2026   12:02 Diperbarui: 24 Juli 2026   21:00 227 14 10

omjay guru blogger indonesia
omjay guru blogger indonesia

Engagement atau Kualitas Tulisan? Saran Buat Admin Kompasiana. Sekali lagi Engagement atau Kualitas Tulisan? Refleksi Omjay Guru Blogger Indonesia untuk Kompasianer Engagement Penting, tetapi Kualitas Tulisan Tetap Harus Menjadi Jiwa. 

Omjay belajar dari Komentar Seorang Sahabat Kompasianer yang bernama Merza Gamal.

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia

Saya tersenyum ketika membaca komentar seorang sahabat Kompasianer yang begitu mendalam. Kalimat demi kalimatnya membuat saya kembali merenungkan perjalanan panjang saya menulis di Kompasiana.


Beliau menulis bahwa engagement memang penting karena menunjukkan adanya interaksi antara penulis dan pembaca. Namun, engagement sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran dalam memberikan apresiasi terhadap sebuah tulisan.

Saya mengangguk setuju.

Komentar itu bukan sekadar tanggapan terhadap artikel yang saya tulis. Lebih dari itu, komentar tersebut menjadi bahan renungan bagi saya yang sudah bertahun-tahun menjadikan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Saya mengenal Kompasiana sejak platform ini masih sangat sederhana. Sejak saat itu, saya berusaha menulis hampir setiap hari. Ada tulisan yang dibaca ribuan orang. Ada pula tulisan yang hanya dibaca segelintir pembaca. Semuanya saya syukuri karena setiap tulisan memiliki takdirnya sendiri.

Selama bertahun-tahun menjadi Guru Blogger Indonesia, saya belajar satu hal penting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10