Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jangan Bakar Limbah Organik! Ubah Jadi Briket, Energi Alternatif Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi Tinggi

24 Juli 2026   21:16 Diperbarui: 24 Juli 2026   21:16 145 12 5


"Briket" Energi Alternatif Berbahan Bakar Padat dari Limbah Organik.

Pernah kepikiran kalau tumpukan daun kering, sekam padi, serbuk gergaji, tempurung kelapa, atau bahkan limbah pertanian yang sering dianggap tidak berguna ternyata bisa berubah menjadi sumber energi? 

Bukan sekadar dibakar begitu saja, tetapi diolah menjadi briket, bahan bakar padat yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil, briket menjadi salah satu solusi sederhana yang patut dilirik. Selain membantu mengurangi limbah organik, briket juga mampu menjadi energi alternatif bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Indonesia sendiri merupakan negara agraris yang menghasilkan jutaan ton limbah organik setiap tahunnya. Sayangnya, sebagian besar limbah tersebut masih dibakar secara terbuka atau dibiarkan membusuk. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah itu bisa menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik yang telah melalui proses karbonisasi, penghancuran, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan. Hasil akhirnya berupa balok atau silinder kecil yang mudah digunakan sebagai bahan bakar.

Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Keunggulan utama briket terletak pada nilai kalor yang cukup tinggi dan waktu pembakaran yang lebih lama dibandingkan kayu bakar biasa. Api yang dihasilkan juga relatif stabil sehingga cocok digunakan untuk memasak, memanggang makanan, hingga kebutuhan industri kecil.

Bahan baku pembuatannya pun sangat beragam. Tempurung kelapa menjadi salah satu bahan yang paling populer karena menghasilkan panas tinggi dan asap yang sedikit. Selain itu, ada sekam padi, tongkol jagung, kulit kopi, serbuk gergaji, ampas tebu, kulit kakao, daun bambu, hingga ranting-ranting kering yang selama ini sering dianggap sampah.

Proses pembuatannya sebenarnya tidak terlalu rumit. Limbah organik terlebih dahulu dikeringkan agar kadar airnya rendah. Setelah itu dilakukan proses karbonisasi menggunakan drum atau tungku sederhana hingga berubah menjadi arang. Arang kemudian dihancurkan menjadi serbuk halus dan dicampur dengan perekat alami, misalnya tepung tapioka. Adonan tersebut lalu dicetak menggunakan alat sederhana dan dijemur hingga benar-benar kering.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2