Wayang "Mbah Kar" (Limbah Kardus), Solusi Kreativitas Dalang Daur Ulang, Alternatif Murah Pengganti Kulit
Siapa bilang wayang hanya bisa dibuat dari kulit kerbau?
Di tengah semakin tingginya kepedulian terhadap lingkungan, kini muncul ide kreatif yang tidak kalah menarik, yaitu membuat wayang dari limbah kardus bekas.
Inovasi sederhana ini dikenal dengan nama Wayang "Mbah Kar" (Limbah Kardus). Nama tersebut merupakan singkatan dari Mbah Kardus, sebuah simbol bahwa barang yang sering dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai seni, edukasi, bahkan nilai ekonomi.

Wayang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk belajar membuat wayang karena bahan baku kulit memiliki harga yang cukup mahal.
Selain itu, proses pembuatannya juga membutuhkan keterampilan khusus. Di sinilah kardus bekas hadir sebagai solusi alternatif yang murah, mudah ditemukan, dan ramah lingkungan.

Ide membuat wayang dari kardus sebenarnya sangat sederhana. Kardus bekas yang biasanya berasal dari kemasan elektronik, makanan, hingga paket belanja daring dipilih yang masih cukup tebal.
Setelah itu, pola tokoh wayang digambar, dipotong menggunakan cutter, lalu dihias dengan cat akrilik, spidol permanen, atau kertas warna. Agar lebih kuat, beberapa lapisan kardus dapat direkatkan menjadi satu sebelum diberi warna. Hasil akhirnya ternyata cukup menarik dan mampu menyerupai bentuk wayang kulit tradisional.
