Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menanam Tanpa Menyiram Setiap Hari? Coba Gunakan Wick System Solusi Hemat Air Untuk Berkebun

25 Juli 2026   23:46 Diperbarui: 25 Juli 2026   23:46 96 2 0

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan sempit, wick system menjadi pilihan tepat. Pot-pot kecil dapat disusun di teras rumah, balkon apartemen, pagar, hingga dinding vertikal. Dengan demikian, siapa pun tetap bisa menanam sayuran segar meskipun tidak memiliki halaman luas.

Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko tanaman mengalami kekeringan ketika ditinggal beberapa hari. 

Selama persediaan air di wadah masih tersedia, tanaman tetap memperoleh kelembapan yang dibutuhkan. Hal ini tentu sangat membantu bagi orang yang memiliki aktivitas padat.

Meski demikian, wick system juga memiliki beberapa keterbatasan. Sistem ini kurang cocok untuk tanaman berukuran besar yang membutuhkan banyak air, seperti tomat dewasa, cabai besar, atau tanaman buah dalam pot berukuran besar. 

Kapasitas penyaluran air melalui sumbu memiliki batas sehingga lebih efektif digunakan pada tanaman kecil hingga sedang.

Selain itu, kebersihan wadah air juga perlu diperhatikan. Air yang terlalu lama tidak diganti dapat menjadi tempat tumbuh lumut atau jentik nyamuk. Oleh karena itu, sebaiknya air diperiksa secara berkala dan diganti apabila mulai terlihat kotor.

Wick system sangat sejalan dengan konsep ekonomi sirkular. 

Botol plastik bekas yang sebelumnya dianggap sampah dapat memiliki fungsi baru sebagai media tanam. Dengan begitu, umur pakai plastik menjadi lebih panjang sebelum akhirnya didaur ulang.

Bayangkan jika setiap rumah memiliki beberapa pot wick system dari botol bekas. 

Selain mempercantik rumah, keluarga juga bisa memanen sayuran segar sendiri, menghemat pengeluaran dapur, sekaligus ikut mengurangi sampah plastik dan penggunaan air bersih.

Perubahan besar memang sering kali berawal dari langkah kecil. Menanam satu pot selada menggunakan botol bekas mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan oleh jutaan rumah tangga di Indonesia, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan.

Berkebun tidak harus mahal dan merepotkan. 

Dengan memanfaatkan wick system, kita belajar bahwa teknologi ramah lingkungan bisa hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. 

Hemat air, memanfaatkan limbah plastik, mudah dibuat, dan menghasilkan tanaman yang sehat. Jadi, jika selama ini Anda merasa tidak punya waktu menyiram tanaman setiap hari, mungkin inilah saatnya mencoba wick system. 

Siapa sangka, hanya dengan seutas sumbu dan sebuah botol bekas, kita sudah ikut menjaga bumi sekaligus menikmati hasil panen dari rumah sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3