Jangan Buang Sampah Sachet Sembarangan! Plastik Berlapis Ini Bisa Mencemari Lingkungan Hingga Puluhan Tahun
Pernahkah kita membeli kopi instan, sabun cair, sampo, atau bumbu masak dalam kemasan sachet?
Hampir semua orang pasti pernah. Kemasan sachet memang praktis, murah, dan mudah dibawa ke mana saja. Sayangnya, di balik kepraktisannya, ada persoalan besar yang sering luput dari perhatian, yaitu sampah sachet yang sangat sulit terurai di alam.
Masih banyak orang yang tanpa sadar membuang bungkus sachet begitu saja ke selokan, sungai, pinggir jalan, atau lahan kosong. Padahal, kebiasaan kecil ini jika dilakukan jutaan orang setiap hari akan menjadi masalah lingkungan yang sangat serius.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia masih menghasilkan puluhan juta ton sampah setiap tahunnya.
Sampah plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar, sementara tingkat daur ulangnya masih relatif rendah.
Salah satu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang adalah kemasan sachet karena tersusun dari beberapa lapisan material yang berbeda.
Kemasan sachet biasanya dibuat dari kombinasi plastik, aluminium foil, dan lapisan pelindung lainnya. Material berlapis ini berfungsi menjaga isi produk tetap awet, kedap udara, dan tahan terhadap kelembapan.
Namun justru karena struktur yang kompleks itulah, sampah sachet menjadi sangat sulit diproses kembali menjadi bahan baru.

Tidak seperti botol plastik PET yang relatif lebih mudah didaur ulang, kemasan sachet memerlukan teknologi khusus untuk memisahkan setiap lapisan penyusunnya.
Sayangnya, fasilitas pengolahan seperti itu masih sangat terbatas di Indonesia. Akibatnya, sebagian besar sampah sachet berakhir di tempat pembuangan akhir, dibakar secara terbuka, atau bahkan mencemari lingkungan.
Jika dibuang sembarangan, sampah sachet dapat menyumbat saluran air. Saat musim hujan tiba, tumpukan sampah ini ikut memperparah risiko banjir.