Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jangan Buang Sampah Sachet Sembarangan! Plastik Berlapis Bisa Mencemari Lingkungan Hingga Puluhan Tahun

26 Juli 2026   20:09 Diperbarui: 26 Juli 2026   20:09 120 10 3

Kreativitas daur ulang Tas cantik dari sampah sachet. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Kreativitas daur ulang Tas cantik dari sampah sachet. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Di sungai maupun laut, bungkus sachet dapat terbawa arus dan mengancam kehidupan satwa. Penyu, ikan, burung laut, hingga hewan lainnya sering kali mengira potongan plastik sebagai makanan. Ketika tertelan, plastik dapat mengganggu sistem pencernaan bahkan menyebabkan kematian.

Masalah lainnya adalah proses penguraiannya yang membutuhkan waktu sangat lama. Plastik berlapis tidak akan hilang begitu saja dalam hitungan bulan. 

Dibutuhkan puluhan tahun bahkan lebih lama hingga material tersebut terurai menjadi serpihan-serpihan kecil atau mikroplastik. Mikroplastik inilah yang kini banyak ditemukan di tanah, sungai, laut, bahkan telah masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Meskipun terlihat sepele karena ukurannya kecil, jumlah sampah sachet yang dihasilkan setiap hari sangat besar. 

Bayangkan jika satu orang membuang dua bungkus sachet setiap hari. 

Kalikan dengan jutaan penduduk Indonesia, maka jumlah sampah yang dihasilkan menjadi luar biasa banyak.

Lalu, apakah kita harus berhenti menggunakan produk sachet? 

Belum tentu. Yang jauh lebih penting adalah mengelola sampahnya dengan bijak. Langkah pertama tentu saja tidak membuangnya sembarangan. 

Biasakan mengumpulkan bungkus sachet di tempat sampah yang benar agar tidak tercecer ke lingkungan.

Jika memungkinkan, pilih produk dalam kemasan isi ulang atau ukuran besar sehingga jumlah sampah yang dihasilkan menjadi lebih sedikit. Cara sederhana ini ternyata mampu mengurangi timbulan sampah plastik dari rumah tangga.

 Menariknya, sampah sachet juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali. Banyak komunitas kreatif yang mengubah limbah sachet menjadi tas belanja, dompet, tempat tisu, tikar, hingga berbagai kerajinan bernilai ekonomi. 

Dengan sedikit kreativitas, limbah yang semula dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi produk yang menarik sekaligus memiliki nilai jual.

Selain itu, beberapa bank sampah juga mulai menerima kemasan sachet untuk disalurkan ke program pengolahan khusus. Meskipun prosesnya belum sebanyak jenis plastik lainnya, langkah ini menjadi awal yang baik dalam mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3