Jangan Takut dengan Bau
Salah satu alasan orang enggan membuat kompos adalah takut rumah menjadi bau.
Sebenarnya, komposter yang dikelola dengan baik tidak harus menimbulkan bau menyengat. Salah satu penyebab bau adalah kondisi bahan yang terlalu basah dan kekurangan udara.
Karena itu, jangan memasukkan sampah organik basah secara berlebihan. Tambahkan bahan kering dan pastikan sirkulasi udara berjalan.
Komposter juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang teduh, tidak terkena hujan secara langsung, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik.
Dari Sampah Menjadi Kebiasaan Baik
Membuat komposter dari galon, derigen, atau ember cat bekas sebenarnya bukan sekadar proyek kerajinan.
Lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengubah kebiasaan kita dalam memperlakukan sampah.
Daripada semua sampah dicampur dan dibuang begitu saja, kita mulai belajar memilah sejak dari dapur. Sampah organik dipisahkan, kemudian diolah. Barang bekas yang masih layak juga dimanfaatkan kembali.
Memang hasilnya tidak langsung terlihat dalam satu malam. Pengomposan membutuhkan waktu dan perawatan. Namun, dari proses sederhana tersebut kita belajar bahwa sesuatu yang dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai guna.
Jadi, sebelum membuang galon bekas, derigen, atau ember cat 5 liter dan 25 liter, coba berhenti sebentar.