
Jangan Buang Barang Bekas! Ternyata Bisa Jadi Komposter Ramah Lingkungan
Pernah melihat galon bekas, derigen, atau ember cat yang sudah tidak terpakai menumpuk di sudut rumah?
Biasanya barang-barang tersebut langsung masuk gudang, bahkan tidak jarang berakhir menjadi sampah.
Padahal, kalau sedikit kreatif, barang bekas tersebut bisa disulap menjadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat.
Salah satunya adalah komposter sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga.
Tidak perlu membeli komposter mahal. Galon bekas, derigen, maupun ember cat berukuran 5 liter sampai 25 liter sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai wadah komposter. Selain menghemat biaya, cara ini juga menjadi salah satu bentuk sederhana dari prinsip reuse dan recycling.

Dari Barang Bekas Menjadi Komposter
Komposter pada dasarnya merupakan wadah untuk membantu proses penguraian sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan sisa bahan makanan tertentu menjadi kompos.
Bayangkan saja, sampah dapur yang biasanya masuk ke tempat sampah ternyata bisa kembali menjadi nutrisi untuk tanaman.
Bahan yang digunakan pun cukup sederhana. Kita bisa memilih galon bekas, derigen, atau ember cat 5 liter hingga 25 liter. Pilih wadah yang masih kokoh dan tidak mudah bocor.
Untuk ember cat bekas, pastikan wadah sudah dibersihkan terlebih dahulu. Jika sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau cat yang mengandung zat berbahaya, sebaiknya jangan digunakan untuk komposter yang hasilnya akan diaplikasikan ke tanaman pangan.
Cara Membuatnya Tidak Ribet
Membuat komposter dari barang bekas sebenarnya tidak membutuhkan keterampilan khusus.
Pertama, siapkan wadah. Bisa menggunakan galon bekas, derigen, atau ember cat. Bersihkan dan keringkan wadah tersebut.
Selanjutnya, buat beberapa lubang kecil pada bagian samping dan bagian bawah wadah. Lubang tersebut berfungsi sebagai sirkulasi udara dan membantu mengatur kelembapan. Jangan membuat lubang terlalu besar agar material kompos tidak mudah keluar.
Kalau menggunakan galon atau derigen, bagian atasnya dapat dipotong atau dibuat lubang yang cukup untuk memasukkan bahan organik. Sementara itu, ember cat biasanya sudah memiliki tutup sehingga lebih praktis.
Setelah wadah siap, kita tinggal memasukkan bahan kompos.
Jangan Asal Memasukkan Sampah
Ini bagian yang penting.
Tidak semua jenis sampah rumah tangga cocok dimasukkan ke komposter sederhana. Bahan yang bisa digunakan antara lain kulit buah, sisa sayuran, daun kering, rumput, ampas kopi, dan sisa makanan nabati dalam jumlah yang wajar.
Sementara itu, hindari memasukkan plastik, kaca, logam, minyak dalam jumlah banyak, bahan kimia, serta sampah yang berpotensi menimbulkan masalah bau atau hama.
Agar proses pengomposan lebih seimbang, sampah organik basah sebaiknya dicampur dengan bahan yang lebih kering seperti daun kering, potongan kardus tanpa lapisan plastik, atau bahan karbon lain yang sesuai.
Prinsip sederhananya adalah jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering.
Galon, Derigen, atau Ember Cat?
Lalu, mana yang paling bagus?
Semuanya bisa digunakan selama kondisinya layak.
Galon bekas cocok untuk skala kecil dan rumah yang menghasilkan sedikit sampah organik. Bentuknya juga relatif mudah ditempatkan di sudut rumah.
Derigen bekas bisa menjadi pilihan menarik karena tersedia dalam berbagai ukuran. Namun, pastikan riwayat penggunaannya aman dan wadah sudah benar-benar bersih.
Sementara itu, ember cat 5 liter atau 25 liter memiliki keunggulan karena ukurannya cukup bervariasi. Ember 5 liter cocok untuk pemula atau rumah dengan jumlah sampah organik sedikit. Untuk kebutuhan yang lebih banyak, ember 25 liter bisa menjadi pilihan.
Dengan begitu, kita tidak perlu terpaku pada satu jenis wadah. Manfaatkan saja barang bekas yang tersedia di rumah.
Jangan Takut dengan Bau
Salah satu alasan orang enggan membuat kompos adalah takut rumah menjadi bau.
Sebenarnya, komposter yang dikelola dengan baik tidak harus menimbulkan bau menyengat. Salah satu penyebab bau adalah kondisi bahan yang terlalu basah dan kekurangan udara.
Karena itu, jangan memasukkan sampah organik basah secara berlebihan. Tambahkan bahan kering dan pastikan sirkulasi udara berjalan.
Komposter juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang teduh, tidak terkena hujan secara langsung, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik.
Dari Sampah Menjadi Kebiasaan Baik
Membuat komposter dari galon, derigen, atau ember cat bekas sebenarnya bukan sekadar proyek kerajinan.
Lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengubah kebiasaan kita dalam memperlakukan sampah.
Daripada semua sampah dicampur dan dibuang begitu saja, kita mulai belajar memilah sejak dari dapur. Sampah organik dipisahkan, kemudian diolah. Barang bekas yang masih layak juga dimanfaatkan kembali.
Memang hasilnya tidak langsung terlihat dalam satu malam. Pengomposan membutuhkan waktu dan perawatan. Namun, dari proses sederhana tersebut kita belajar bahwa sesuatu yang dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai guna.
Jadi, sebelum membuang galon bekas, derigen, atau ember cat 5 liter dan 25 liter, coba berhenti sebentar.
Siapa tahu barang tersebut justru bisa menjadi "mesin kecil" pengolah sampah organik di rumah.
Tidak perlu mahal. Tidak perlu rumit. Mulai dari barang bekas, mulai dari dapur, dan mulai dari rumah sendiri.
Referensi:
(Sumber: Jandris_Sky/Akun YouTube)
https://youtube.com/@jejakhijau73?si=QHIFqpU7mM7UpaHA