Di sinilah kita perlu lebih kritis.
Jangan hanya melihat warna hijau pada kemasan. Lihat juga apa yang dilakukan brand tersebut.
Brand Lokal Bisa Jadi Pilihan
Mendukung brand lokal bukan sekadar soal membeli produk buatan dalam negeri. Lebih jauh lagi, kita bisa memilih pelaku usaha lokal yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Banyak pelaku UMKM dan brand lokal yang mulai memanfaatkan bahan daur ulang, limbah produksi, bahan alami, kemasan guna ulang, hingga sistem produksi yang lebih efisien.
Contohnya, ada pelaku usaha yang mengolah kain perca menjadi tas, limbah kayu menjadi produk dekorasi, botol bekas menjadi produk kreatif, atau sisa makanan menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi.
Hal-hal seperti ini menarik karena menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak harus selalu mahal dan rumit.
Justru dari lingkungan sekitar kita, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.
Bagaimana Mengenali Brand yang Benar-Benar Peduli?
Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita perhatikan sebelum membeli sebuah produk.
Pertama, lihat klaim lingkungannya. Jika sebuah brand mengatakan produknya ramah lingkungan, cari tahu alasannya. Ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang? Karena kemasannya dapat digunakan kembali? Atau karena proses produksinya mengurangi limbah?