Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jangan Terjebak Greenwashing! Dukung Brand Lokal yang Peduli Jaga Bumi

10 Agustus 2026   17:56 Diperbarui: 10 Agustus 2026   17:56 187 7 2


Jangan Terjebak Greenwashing! Dukung Brand Lokal yang Benar-Benar Peduli Jaga Bumi

Pernah melihat produk dengan label "ramah lingkungan", "eco-friendly", "green", atau "sustainable", lalu langsung merasa yakin bahwa produk tersebut lebih baik untuk bumi? Tunggu dulu. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, muncul satu hal yang perlu kita waspadai: greenwashing.

Kenali greenwashing dan dukung brand lokal yang membuktikan kepeduliannya melalui aksi nyata menjaga bumi. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)
Kenali greenwashing dan dukung brand lokal yang membuktikan kepeduliannya melalui aksi nyata menjaga bumi. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)

Greenwashing adalah praktik ketika sebuah perusahaan atau brand membangun citra seolah-olah produknya peduli lingkungan, padahal klaim tersebut tidak didukung oleh tindakan yang jelas atau bukti yang memadai. Sederhananya, terlihat hijau di iklan, tetapi belum tentu hijau dalam praktik.

Bukan berarti semua brand yang menggunakan kata "eco-friendly" melakukan greenwashing. Justru tantangannya adalah bagaimana kita sebagai konsumen bisa membedakan mana yang benar-benar peduli lingkungan dan mana yang hanya menggunakan isu lingkungan sebagai strategi pemasaran.

Memilih produk ramah lingkungan bukan sekadar melihat label hijau. Kenali greenwashing dan dukung brand lokal. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)
Memilih produk ramah lingkungan bukan sekadar melihat label hijau. Kenali greenwashing dan dukung brand lokal. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)

Jangan Mudah Terpikat Label "Hijau"

Saat ini, konsumen semakin memperhatikan dampak dari barang yang mereka beli. Mulai dari bahan baku, proses produksi, kemasan, sampai bagaimana produk tersebut dibuang setelah digunakan.

Kesempatan ini tentu menjadi peluang bagus bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk yang lebih berkelanjutan. Namun, di sisi lain, ada juga risiko ketika pesan lingkungan hanya dijadikan alat untuk menarik perhatian konsumen.

Misalnya, sebuah produk menggunakan kemasan berwarna hijau dengan gambar daun dan tulisan "natural", tetapi tidak menjelaskan bahan yang digunakan, proses produksinya, atau bukti bahwa produknya memang lebih ramah lingkungan.

Di sinilah kita perlu lebih kritis.

Jangan hanya melihat warna hijau pada kemasan. Lihat juga apa yang dilakukan brand tersebut.

Brand Lokal Bisa Jadi Pilihan

Mendukung brand lokal bukan sekadar soal membeli produk buatan dalam negeri. Lebih jauh lagi, kita bisa memilih pelaku usaha lokal yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Banyak pelaku UMKM dan brand lokal yang mulai memanfaatkan bahan daur ulang, limbah produksi, bahan alami, kemasan guna ulang, hingga sistem produksi yang lebih efisien.

Contohnya, ada pelaku usaha yang mengolah kain perca menjadi tas, limbah kayu menjadi produk dekorasi, botol bekas menjadi produk kreatif, atau sisa makanan menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi.

Hal-hal seperti ini menarik karena menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak harus selalu mahal dan rumit.

Justru dari lingkungan sekitar kita, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.

Bagaimana Mengenali Brand yang Benar-Benar Peduli?

Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita perhatikan sebelum membeli sebuah produk.

Pertama, lihat klaim lingkungannya. Jika sebuah brand mengatakan produknya ramah lingkungan, cari tahu alasannya. Ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang? Karena kemasannya dapat digunakan kembali? Atau karena proses produksinya mengurangi limbah?

Kedua, perhatikan transparansi. Brand yang serius dengan isu lingkungan biasanya tidak keberatan menjelaskan bahan, proses produksi, kemasan, bahkan tantangan yang mereka hadapi.

Ketiga, jangan hanya percaya pada slogan. Logo daun, warna hijau, gambar bumi, dan istilah seperti "natural" belum otomatis membuktikan sebuah produk berkelanjutan.

Keempat, lihat konsistensi. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya soal satu kampanye. Kita bisa melihat apakah brand tersebut secara konsisten mengurangi penggunaan plastik, mengelola limbah, menggunakan bahan yang lebih bertanggung jawab, atau mengajak konsumennya menggunakan produk secara lebih bijak.

Konsumen Punya Kekuatan Besar

Sering kali kita berpikir bahwa masalah lingkungan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau perusahaan besar. Padahal konsumen juga memiliki kekuatan.

Setiap kali kita membeli sebuah produk, sebenarnya kita sedang memberikan suara.

Jika konsumen terus memilih produk sekali pakai, pasar akan terus memproduksinya. Sebaliknya, ketika semakin banyak konsumen memilih produk tahan lama, dapat digunakan kembali, diperbaiki, atau dibuat dari material yang lebih bertanggung jawab, pelaku usaha akan melihat bahwa kebutuhan terhadap produk berkelanjutan semakin besar.

Karena itu, belanja bukan hanya aktivitas ekonomi. Ada keputusan lingkungan di baliknya.

Jangan Asal Beli karena Label Hijau

Pada akhirnya, kita tidak perlu menjadi ahli lingkungan untuk menghindari greenwashing.

Cukup mulai dengan kebiasaan sederhana: lebih banyak bertanya sebelum membeli.

Apakah produk ini benar-benar saya butuhkan? Terbuat dari apa? Bagaimana kemasannya? Apakah bisa digunakan dalam waktu lama? Apakah brand-nya transparan mengenai klaim lingkungannya?

Kalau jawabannya jelas dan masuk akal, kita bisa mempertimbangkannya.

Namun jika klaimnya terlalu indah tetapi tidak ada informasi yang mendukung, sebaiknya kita berhati-hati.

Mendukung brand lokal yang benar-benar peduli lingkungan juga bukan berarti kita harus membeli semua produk berlabel hijau. Justru kita perlu menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terbujuk oleh kampanye pemasaran.

Karena menjaga bumi bukan sekadar tentang membeli produk berwarna hijau. Ini tentang bagaimana kita mengubah kebiasaan konsumsi menjadi lebih bijak.

Jangan sampai kita membeli "citra hijau", tetapi sebenarnya hanya menambah tumpukan sampah. Mari dukung brand lokal yang tidak hanya pandai berbicara tentang lingkungan, tetapi juga berani menunjukkan aksi nyata untuk menjaga bumi.

Referensi Akun YouTube Jandris_Sky:

https://youtube.com/@jejakhijau73?si=15188Z8C-NxyjIh7

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4