Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jangan Buang Genteng Bekas! Sulap Jadi "Raised Bed" Kebun Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026   12:26 Diperbarui: 11 Agustus 2026   12:26 262 8 2


Jangan Buang Genteng Bekas! Sulap Jadi Raised Bed untuk Kebun Ramah Lingkungan

Punya genteng bekas yang menumpuk di sudut halaman? 

Jangan buru-buru dibuang. Barang yang terlihat sudah tidak berguna itu ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menarik, salah satunya raised bed untuk berkebun. 

Selain mengurangi limbah, cara ini juga bisa membuat halaman rumah terlihat lebih rapi dan produktif.

Berkebun sebenarnya tidak harus selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan sedikit kreativitas, barang bekas di sekitar rumah bisa diubah menjadi media pendukung tanaman. Genteng bekas, misalnya, dapat digunakan sebagai pembatas atau dinding sederhana untuk membuat raised bed.

Genteng bekas disulap menjadi raised bed untuk kebun sederhana, produktif, dan ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Genteng bekas disulap menjadi raised bed untuk kebun sederhana, produktif, dan ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Istilah raised bed mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Sed Kierhananya, raised bed adalah metode menanam dengan membuat area tanam sedikit lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari persegi, persegi panjang, hingga bentuk yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Biasanya raised bed dibuat menggunakan papan kayu, batu bata, batako, atau material khusus. Namun, jika di rumah ada genteng bekas yang masih cukup kokoh, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif. Inilah bagian menariknya: kita tidak perlu membeli bahan baru untuk membuat kebun sederhana.

Genteng bekas disulap menjadi raised bed untuk kebun sederhana, produktif, dan ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Genteng bekas disulap menjadi raised bed untuk kebun sederhana, produktif, dan ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Dari Genteng Bekas Menjadi Kebun

Langkah pertama tentu saja menyiapkan genteng bekas. Pilih genteng yang masih cukup kuat dan tidak terlalu rapuh. Hindari menggunakan genteng yang sudah retak parah karena dapat mudah pecah ketika dipindahkan atau ditata.

Sebelum digunakan, genteng sebaiknya dibersihkan dari tanah, lumut, atau kotoran yang menempel. Setelah itu, tentukan lokasi raised bed. Pilih area yang mendapatkan sinar matahari cukup, terutama jika tanaman yang akan ditanam membutuhkan banyak cahaya.

Selanjutnya, susun genteng secara berjajar sebagai pembatas. Genteng dapat diposisikan berdiri atau sedikit dimiringkan sesuai kebutuhan. Pastikan susunannya stabil dan tidak mudah roboh. Jika diperlukan, bagian luar dapat diperkuat menggunakan tanah, batu, atau material penahan lainnya.

Setelah pembatas selesai, bagian dalam raised bed dapat diisi dengan campuran tanah, kompos, dan bahan organik lainnya. Kompos dari sisa dapur yang sudah matang juga dapat dimanfaatkan untuk menambah unsur organik pada media tanam.

Di sinilah konsep zero waste mulai terasa. Genteng bekas tidak langsung menjadi sampah, sementara limbah organik rumah tangga juga bisa mendapatkan kehidupan baru sebagai kompos.

Kenapa Menggunakan Raised Bed?

Ada beberapa keuntungan menggunakan metode raised bed. Salah satunya adalah area tanam menjadi lebih teratur. Tanaman tidak bercampur dengan area jalan atau halaman sehingga kebun terlihat lebih rapi.

Raised bed juga dapat membantu kita mengatur media tanam sesuai kebutuhan tanaman. Jika tanah asli di halaman kurang subur, kita dapat membuat campuran media tanam sendiri di dalam bedengan.

Selain itu, posisi tanah yang sedikit lebih tinggi dapat membuat kegiatan berkebun terasa lebih nyaman. Kita tidak harus terus-menerus membungkuk terlalu rendah ketika merawat tanaman, meskipun tentu saja tinggi raised bed perlu disesuaikan dengan kondisi pengguna.

Metode ini juga cocok untuk menanam berbagai jenis tanaman. Sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, tomat, hingga tanaman herbal bisa dicoba. Tinggal sesuaikan kedalaman media dan kebutuhan masing-masing tanaman.

Kreativitas dari Barang yang Dianggap Tidak Berguna

Yang menarik dari pemanfaatan genteng bekas bukan hanya soal berkebun. Ada pesan lingkungan yang lebih besar di baliknya.

Kita sering menganggap barang bekas sebagai sesuatu yang harus segera disingkirkan. Padahal, tidak semua barang bekas benar-benar menjadi sampah. Dengan sedikit kreativitas, barang tersebut bisa memiliki fungsi baru.

Genteng bekas yang sebelumnya hanya menumpuk di belakang rumah kini bisa menjadi pembatas kebun. Bahkan, jika ditata dengan baik, tampilannya bisa menjadi bagian dari dekorasi halaman.

Konsep seperti ini sangat sederhana, tetapi justru mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu menunggu memiliki teknologi canggih untuk ikut menjaga lingkungan. Mengurangi pembelian material baru dan memanfaatkan barang yang sudah tersedia juga merupakan langkah kecil menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan.

Berkebun Sekaligus Mengurangi Sampah

Membuat raised bed dari genteng bekas juga bisa menjadi aktivitas edukatif untuk keluarga. Anak-anak dapat diajak mengenal tanaman, belajar membuat kompos, sekaligus memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan.

Dari satu proyek kecil di halaman rumah, kita bisa belajar banyak hal: tentang tanah, tanaman, pengelolaan sampah, hingga pentingnya menggunakan kembali barang yang masih layak.

Namun, faktor keamanan tetap harus diperhatikan. Gunakan genteng yang tidak memiliki bagian tajam atau mudah pecah. Saat memindahkan dan menyusunnya, gunakan sarung tangan dan pastikan struktur raised bed stabil.

Pada akhirnya, raised bed dari genteng bekas bukan sekadar cara unik untuk membuat kebun. Ini adalah contoh sederhana bagaimana kreativitas dapat mengubah barang yang dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat. Jadi, sebelum membuang genteng bekas di rumah, coba lihat kembali potensinya. Siapa tahu, dari tumpukan genteng tersebut bisa lahir kebun kecil yang hijau, produktif, dan ramah lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3