Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dari Stek Batang hingga Panen, Begini Cara Menanam Singkong

4 September 2026   20:14 Diperbarui: 4 September 2026   20:14 199 6 2


Dari Stek Batang hingga Panen, Begini Cara Menanam Singkong

Singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Manihot esculenta ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, mulai dari singkong rebus, goreng, keripik, tape, getuk, hingga tepung tapioka. 

Menariknya, cara menanam singkong sebenarnya tidak terlalu sulit. Bahkan, tanaman ini bisa dibudidayakan di kebun, lahan kosong, maupun pekarangan yang cukup luas.

Dari stek batang yang sederhana, tumbuh harapan untuk panen yang menyenangkan. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Dari stek batang yang sederhana, tumbuh harapan untuk panen yang menyenangkan. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Bagi yang ingin mencoba bercocok tanam, singkong bisa menjadi pilihan menarik. 

Selain relatif mudah dirawat, tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi tanah selama mendapatkan cukup sinar matahari dan drainase yang baik.

Memilih Batang untuk Stek

Langkah pertama dalam menanam singkong adalah menyiapkan batang yang akan dijadikan stek. Sebaiknya pilih batang singkong yang sudah cukup tua, sehat, tidak terserang hama, dan berasal dari tanaman yang pertumbuhannya bagus.

Singkong merupakan tanaman yang sangat mudah untuk di tanam. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Singkong merupakan tanaman yang sangat mudah untuk di tanam. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Batang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Ukurannya dapat disesuaikan, tetapi usahakan setiap potongan memiliki beberapa mata tunas. 

Jangan menggunakan batang yang terlalu muda karena biasanya belum cukup kuat untuk dijadikan bahan tanam.

Tanah digemburkan terlebih dahulu agar akar singkong nantinya lebih mudah berkembang. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Tanah digemburkan terlebih dahulu agar akar singkong nantinya lebih mudah berkembang. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Setelah dipotong, stek sebaiknya segera ditanam. Jika belum bisa langsung ditanam, simpan di tempat teduh agar tidak terlalu cepat kehilangan kelembapan.

Menyiapkan Lahan

Sambil menyiapkan stek, lahan juga perlu dipersiapkan. Tanah sebaiknya dicangkul atau digemburkan terlebih dahulu agar akar singkong nantinya lebih mudah berkembang.

Singkong menyukai tanah yang tidak terlalu padat dan tidak tergenang air. Karena itu, jika lahan mudah becek ketika hujan, membuat guludan atau bedengan bisa menjadi pilihan.

Memanen singkong untuk makanan tambahan dirumah. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Memanen singkong untuk makanan tambahan dirumah. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Lahan juga sebaiknya mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jangan menanam singkong di tempat yang terlalu teduh karena pertumbuhan tanaman bisa kurang optimal.

Jika tersedia, pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang dapat dicampurkan ke tanah sebelum penanaman. Pupuk tersebut membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Menanam Stek Singkong

Setelah lahan siap, tibalah saatnya menanam. Stek batang singkong dapat ditancapkan langsung ke tanah. Posisi penanaman perlu diperhatikan agar stek tidak terbalik. Bagian batang yang sebelumnya berada di bawah tanaman induk sebaiknya tetap berada di bawah ketika ditanam.

Stek bisa ditanam dengan posisi tegak atau sedikit miring. Jangan menanam seluruh batang terlalu dalam. Sisakan sebagian batang berada di atas permukaan tanah.

Berikan jarak yang cukup antartanaman. Jarak ini penting agar tanaman memiliki ruang untuk berkembang dan mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Penanaman yang terlalu rapat dapat membuat tanaman saling berebut ruang, air, dan nutrisi.

Setelah selesai ditanam, tanah di sekitar stek dapat dirapikan dan dipadatkan secukupnya. Kemudian lakukan penyiraman, terutama jika kondisi tanah sedang kering.

Perawatan yang Tidak Ribet

Salah satu hal menarik dari tanaman singkong adalah perawatannya relatif sederhana. Namun, bukan berarti tanaman bisa dibiarkan begitu saja.

Pada tahap awal pertumbuhan, perhatikan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Rumput liar dapat mengambil air dan unsur hara yang seharusnya digunakan oleh singkong. Karena itu, lakukan penyiangan secara berkala.

Penyiraman juga perlu dilakukan sesuai kondisi cuaca. Jika hujan sudah cukup sering, penyiraman tambahan mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, ketika cuaca panas dan tanah terlihat kering, tanaman perlu mendapatkan air yang cukup.

Perhatikan pula kondisi daun dan batang. Jika terlihat tanda-tanda serangan hama atau penyakit, segera lakukan penanganan yang sesuai agar tidak menyebar ke tanaman lainnya.

Menunggu hingga Waktu Panen

Setelah beberapa bulan, tanaman singkong akan tumbuh semakin besar. Daunnya rimbun dan batangnya mulai kuat. Pada tahap inilah kesabaran menjadi bagian penting dalam berkebun.

Waktu panen singkong dapat berbeda-beda tergantung varietas dan tujuan penggunaannya. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada ukuran tanaman di atas tanah. Kondisi umbi di dalam tanah juga perlu diperhatikan.

Saat waktunya tiba, batang singkong dapat dipotong terlebih dahulu. Setelah itu, bagian pangkal tanaman dicabut secara perlahan. Jika tanah cukup gembur, proses pencabutan biasanya lebih mudah dan umbi dapat terangkat tanpa terlalu banyak kerusakan.

Momen panen tentu menjadi bagian yang paling menyenangkan. Dari sebuah potongan batang yang awalnya terlihat sederhana, ternyata bisa tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan umbi di dalam tanah.

Berkebun Sekaligus Belajar

Menanam singkong bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan. Ada pengalaman menarik yang bisa didapat dari proses tersebut. Kita belajar memilih bibit, menyiapkan tanah, merawat tanaman, menghadapi cuaca, hingga menunggu hasil panen.

Bagi pemula, singkong juga bisa menjadi tanaman yang menarik untuk dicoba karena proses perbanyakannya cukup sederhana menggunakan stek batang.

Jadi, jika memiliki lahan kosong di rumah atau kebun yang belum dimanfaatkan, tidak ada salahnya mencoba menanam singkong. Tidak harus langsung dalam jumlah banyak. Mulailah dari beberapa batang, rawat dengan rutin, dan nikmati prosesnya.

Siapa tahu, beberapa bulan kemudian kita bisa merasakan kepuasan tersendiri saat mencabut tanaman dan menemukan singkong segar hasil dari kebun sendiri. Dari stek batang yang sederhana, tumbuh harapan untuk panen yang menyenangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4