ABSTRAK
Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan. Namun, pengelolaan keuangan dalam organisasi ini sering kali masih menghadapi kendala, seperti pencatatan yang manual, risiko kehilangan data, serta kurangnya transparansi kepada anggota dan pembina. Artikel ini membahas tentang pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Karang Taruna berbasis web. Sistem ini dirancang menggunakan metode Waterfall (atau sesuaikan dengan metode Anda, misal: Agile/SDLC) dengan teknologi PHP/Laravel/CodeIgniter dan basis data MySQL. Hasil dari proyek ini adalah sebuah platform digital yang mampu mencatat kas masuk, kas keluar, iuran anggota, serta menghasilkan laporan keuangan secara real-time. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, efisiensi administrasi, dan kepercayaan stakeholder terhadap pengelolaan dana Karang Taruna.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Keuangan, Karang Taruna, Berbasis Web, Transparansi.
1. PENDAHULUAN
Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Dalam menjalankan berbagai program kerjanya---mulai dari kegiatan sosial, olahraga, hingga peringatan hari besar---organisasi ini mengelola dana yang bersumber dari swadaya anggota, bantuan pemerintah desa, maupun sponsor pihak ketiga.
Sayangnya, manajemen keuangan pada sebagian besar Karang Taruna masih menggunakan cara konvensional, seperti pencatatan di buku kas fisik atau spreadsheet sederhana yang dipegang oleh satu orang bendahara. Kelemahan utama dari sistem tradisional ini meliputi:
Risiko Kehilangan Data: Buku kas fisik rentan rusak atau hilang.
Keterbatasan Akses: Anggota atau pembina tidak dapat melihat kondisi keuangan terkini tanpa harus meminta langsung kepada bendahara.
Potensi Human Error: Salah hitung atau lupa mencatat transaksi yang sering terjadi saat agenda kegiatan sedang padat.
Melihat permasalahan tersebut, diperlukan sebuah solusi teknologi berupa aplikasi berbasis web. Akses berbasis web dipilih karena fleksibel, dapat dibuka melalui smartphone maupun laptop tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan, sehingga memudahkan bendahara dan pengurus dalam mengelola data kapan saja dan di mana saja.
2. METODE PENGEMBANGAN