Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baru
(Kuingin Bercerita Episode 4)
Ribuan kisah tumbuh dari Dapur-Dapur Makan Bergizi Gratis. Di balik program Makan Bergizi Gratis, ada 1.6 juta kisah baru tentang kerja, harapan, dan kehidupan yang tersambung sejak awal 2025. Sejak resmi bergulir awal Januari 2025, program besutan Badan Gizi Nasional ini telah membuka jalan penghidupan bagi 1,6jt orang bahkan lebih dari berbagai latar belakang. Iya, lebih dari 1,6jt orang yang hidupnya tersambung dari Program MBG.Â
Mari kita hitung bersama! Dalam setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tak hanya makanan yang disiapkan, __tapi juga nasib-nasib yang kembali bertunas. Bayangkan! Satu dapur SPPG saja bisa serap relawan sebanyak 47 orang. Tak sedikit yang sebelumnya merupakan pengangguran pasca pandemi, kini memegang peran vital di dapur komunitas. Dari 32rb dapur SPPG, ditempatkan BGN 3 orang tenaga kerja. Mereka adalah Ka SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan. 1 Dapur 1 Kepala SPPG. Ahli gizi yang sebelumnya terbatas ruang kerja, kini punya panggung untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung. Akuntan muda lulusan perguruan tinggi daerah kini berperan menjaga transparansi anggaran gizi. Sehingga dalam 1 dapur SPPG serap tenaga kerja lokal sebanyak 50 orang. Kalikan 32rb dapur SPPG se Indonesia, fix. Tidak salah lagi, ada 1,6jt orang yang hidupnya tersambung dari Dapur MBG. Itu cerita di balik dapur.
Belum lagi supplier. 1 SPPG membutuhkan minimal 15 supplier. Mereka adalah petani peternak, dan UMKM lokal. 1 supplier biasanya mempekerjakan antara 5 sampai 15 orang. Kita hitung lagi ya. Petani cabai saja mempekerjakan tenaga kerja lokal, mulai dari pembukaan lahan hingga panen ada sekitar 15 orang. Petani buah juga mempekerjakan tenaga kerja lokal setidaknya 10 orang. Petani sayur, ada 5 orang. Peternak ayam pedaging butuh karyawan mulai dari supir hingga pemotongan ayam ada mungkin 10 orang. Peternak ayam petelur, karyawannya 5 orang. Pemilik kolam ikan lele dan patin butuh pula tenaga kerja sekitar 5 orang. Kelompok ibu-ibu UMKM lokal yang membuat roti and cakes ada 20 orang. Pedagang kelontong, karyawannya 5 orang. Mari kita total! Ternyata...., ada 75 orang yang terlibat dalam pemenuhan bahan baku.
Oh iya, sebelum dapur MBG berdiri ada 15 orang tukang yang bekerja dalam persiapan infrastruktur. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari denyut kehidupan baru di desa maupun kota. Sedangkan yang ikut kecipratan Program MBG ini, mereka adalah Toko Bangunan, Toko Pecah Belah, Toko Elektronik, Dialer Mobil dan motor, Toko Kosmetik, Swalayan, Pasar Tradisional, Salon Kecantikan, sampai Warung Bakso. Ekonomi mulai tumbuh, semua bergairah. Pengusaha mulai ekspansi, kredit bank mulai kucur dan lancar. Artinya apa? Di balik keberhasilan teknis Program Makan Bergizi Gratis, tersimpan ribuan kisah manusia yang kini menjemput harapan baru dari balik dapur sederhana. Mereka kini punya ruang untuk berkarya dan berarti.Â
Fakta membuktikan, MBG lah yang pada saat ini yang mampu ciptakan lapangan kerja massal. MBG adalah satu kebijakan yang efeknya berantai. MBG yang terlihat oleh banyak orang mungkin hanya sepiring makanan bagi penerima manfaat. Tapi yang bergerak, adalah satu rantai ekonomi. Dari petani yang panen di desa, dari peternak yang suplai telur dan ayam, dari UMKM ke dapur yang membuat roti setiap hari. Ke sopir, gudang, dan distribusi yang terus jalan. Satu kebijakan, yang efeknya berantai. Ini bukan uang yang berhenti di atas, tapi ini uang yang berputar di bawah.Â
Pemirsah,Â
Kalau 32rb dapur aktif setiap hari, berapa keluarga yang ikut hidup dari situ? Masih mau bilang ini cuma program makan? Karena kalau ini konsisten, yang tumbuh bukan cuma lapangan kerja..., tapi kekuatan ekonomi rakyat. Ingat ya teman-teman yang suka hujat sana-sini, __ini baru permulaan.Â