KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baru

22 Februari 2026   21:58 Diperbarui: 22 Februari 2026   22:50 111 0 0

Benar..., Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baru

Ada banyak kisah nyata di Balik Program MBG ini. Ada pekerjaan, ada gaji, dan ada martabat yang kembali. Ada mobil boks yang meninggalkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pagi hari yang belum sepenuhnya terang. Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB. Namun bagi sebagian orang, inilah awal hari yang paling berarti bagi mereka, dan bahkan mereka menyebutnya ini adalah awal hidup yang baru. Di balik dapur yang sudah sibuk sejak dini hari itu, bukan hanya nasi, lauk, dan sayur yang dipersiapkan. Ada cerita tentang pekerjaan yang datang setelah lama ditunggu. Tentang penghasilan yang akhirnya rutin. Tentang martabat yang perlahan kembali berdiri tegak.

Cici dan Wati adalah dua dari puluhan nama yang hidupnya berubah arah berkat program MBG. Dulu, mereka sama-sama akrab dengan ketidakpastian. Kini, hari-hari mereka diisi rutinitas kerja yang jelas dan penghasilan yang lebih terjamin. Kabarnya, Cici dah beli motor baru, huuuhu. Kak Neng, tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk bekerja. Rumahnya tepat berada di seberang dapur MBG. Beberapa langkah kaki saja. Namun jarak perubahan hidup yang ia rasakan terasa begitu jauh. Selama 10 tahun, ia berkutat menjadi pembantu rumah tangga. Pengalamannya panjang, tetapi penghasilannya tak pernah benar-benar cukup. 

Betapa, Program Makan Bergizi Presiden Prabowo ini menciptakan dampak ekonomi signifikan bagi ibu rumah tangga setempat.

Saya meyakini MBG menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. MBG, tak hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil, program ini sukses menjadi denyut nadi baru bagi perekonomian warga di Banjar Padang, terutama bagi para ibu rumah tangga dan anak-anak muda.

Kisah haru ini saya tulis di KS Story. Dengan mata berkaca-kaca, saya menceritakan ini ke KS Story bagaimana program MBG membuka pintu rezeki bagi warga sekitar yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan. Ibu-ibu yang biasanya hanya berdiam di rumah, kini memiliki penghasilan tambahan yang signifikan. Saya tulis; Ini program yang bagus, ini program yang mulia. Belum lagi tukang jual tempe, tukang jual tahu, yang biasanya laku ga seberapa, __sekarang sudah laku banyak karena dapur MBG. 

Efek domino ekonomi ini sejalan dengan cetak biru program MBG yang dirancang Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak hanya memberi makan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dari level paling bawah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol Sony Sanjaya, S.IK, kemaren siang juga menegaskan bahwa kisah dari balik Dapur-dapur MBG Se Nusantara adalah bukti konkret dari multiplier effect yang luar biasa dari program ini.

Menurutnya, banyak pihak yang hanya melihat program ini sebagai proyek bagi-bagi kue, tanpa memahami dampak ekonomi riil yang tercipta. "Mereka melihat ini hanya pembagian kue, tapi tidak melihat multiplier effect yang diciptakan. Mereka akan melihat nanti enam bulan lagi mungkin, setelah semua, berapa pertumbuhan yang akan terjadi di Indonesia dari dampak dari makan bergizi gratis," ujar Bapak Sony di Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).

Pemerintah optimistis, jika program ini berjalan lancar di seluruh Indonesia, target pertumbuhan ekonomi 7 hingga 8 persen bukan lagi angan-angan. Beliau bahkan menceritakan diskusi dengan Yayasan Rockefeller yang memproyeksikan multiplier effect program semacam ini bisa mencapai 75 persen, sebuah angka yang akan memicu pertumbuhan ekonomi yang dahsyat.

Nah, teman-teman,

Untuk memastikan program ini berjalan mulus dan berkualitas, pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada kepala daerah. Bupati dan Walikota kini tak lagi hanya menjadi penonton, melainkan 'konduktor' dan 'arranger' utama pelaksanaan MBG di wilayahnya. Artinya apa? "Sekarang BGN tidak lagi jalan sendiri. Di daerah, yang menjadi conductornya, yang menjadi arangernya adalah Bupati/Walikota  dan Sekda sebagai Ketua Satgas. Kewenangan ini menjadi jaminan bahwa program mulia ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga terjaga kualitas dan akuntabilitasnya hingga ke piring setiap penerima manfaat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3