KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Potret Kehidupan Episode 25 Tentang Menekuni Satu Mimpi

16 September 2026   11:53 Diperbarui: 16 September 2026   11:53 143 1 0


Potret Kehidupan Episode 25

Tentang Menekuni Satu Mimpi

Hidup ini bukan sekadar pulang-balik dari rumah ke tempat kerja, sampai rumah lalu tidur, besok berangkat lagi, kemudian kawin, dan punya anak. Hehehe. Hidup ini indah dan penuh dimensi, yang terdiri dari beberapa babak. Dan babak akhir nanti bergantung pada kesuksesan menapaki hidup pada babak sekarang ini. 

Yoww, disini, Tanggal enambelas September.

Dedaunan dipohon cukup andil melambai-  lambai kepadaku. Dan tiba tiba di sore ini, pada tanggal ini, aku teringat pada sosoknya, perkataannya yang masih begitu kuingat didalam benak memoriku. Aku tersadar dari lamunanku.

Ayahku bilang..., 

"bersemangatlah mengejar impianmu KS, berhenti menunda sesuatu, tekuni satu mimpi, sekolah yang pinter..., karena pendidikan itu investasi penting. Lakukan kebiasaan yang baik mulai dari sekarang agar kamu terbiasa, karena itu akan berdampak besar di kehidupan kamu kelak".

"Buatlah dirimu sibuk hingga tidak ada celah untuk membenci. Tak ada waktu untuk berburuk sangka. Tak ada kesempatan untuk berbohong. Dan tak ada kebiasaan untuk mengurusi kehidupan orang lain."

"Jadilah kau perempuan yang kuat. Kau yang tidak banyak mengeluh dengan segala hal yang kau tuliskan dalam setiap lembar kehidupanmu. Jadilah kau perempuan yang sadar dan sabar. Kau yang bukan hanya mampu berikhtiar, namun juga tetap tawakal. Seorang perempuan yang bukan hanya sekedar teguh, namun juga tangguh".

Begitu pesannya diumurku duapuluhan.

"Apa yang ingin kamu katakan pada dirimu sendiri, KS remaja?"

Kuucapkan pada diri sendiri; 

"Singkat saja. Kamu hebat. Kamu kuat. Kamu istimewa. Kamu sehat. Kamu smart. Kamu tumpuan". Haa-ha, Ayahku tertawa mendengarku, ketika iituuh.

Ini pelajaran Tentang Menekuni Satu Mimpi,

"Ada angan dalam pemandangan. Maka jika kau hanya menjejak kaki dirumah dan takut menelusuri jalan panjang, tak kan pernah kau temukan pemandangan. Hidup dan riuhmu hanya secangkir angan."

Itulah kenapa, aku harus siap capek, aku harus siap berpikir lebih dari biasanya. Apapun nanti hasilnya, aku bangga pada setiap proses yang aku lalui. Kuucapkan; "terimakasih untuk diri yang tak pernah menyerah. Teruskan sabarmu!".

Kita tidak perlu membuktikan apapun pada siapapun. Penting lagi menyadari bahwa perjalananku adalah perjuanganku. Diriku sendiri yang tau capeknya, begitu juga dengan sedihnya. Hidup itu tidak keras, bagi mereka yang kuat tekad, kemauan dan usahanya.

Kita fokus je berusaha pada satu bidang yang kita kuasai, lalu kita perbesarlah usaha di bidang yang kita kuasai itu. Jatoh? Bangun lagi. Selama kita tidak menyerah, selama itu pula harapan akan selalu ada.

Kita tak boleh menyerah pada keadaan. Kita juga tak boleh membiarkan diri kita kalah. Dan aku masih sering bilang pada diri sendiri..., "...kamu layak untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu. Jika pun harus menyerah..., maka serahkanlah semua gelisah dan lelahmu pada Yang Maha Kuasa. Adukan semua pada-Nya. Dan mintalah pertolongan-Nya".

Perihal Menekuni Satu Mimpi, 

Tidak ada kata terlambat untuk kita yang sekarang. Tidak ada yang instant, semua beproses. Kupu-kupu tidak terlahir seindah apa yang terlihat, ada proses panjang untuk menjadikan dirinya indah. Tak ada hidup yang sepenuhnya berisi kemudahan. Setiap orang punya lukanya sendiri. Setiap orang punya kesulitannya sendiri.

Waktu terus bergulir, biarkan irama hidup mengalir sebagaimana mestinya. Seperti yang pernah aku bilang kemarin. "Dunia ga perlu tau kita babak belur, yang dunia harus tauuu..., kita masih berdiri tegak dan enggak goyang sedikitpun. 

Setiap waktu yang aku lalui pasti ada maknanya sendiri. Setiap luka yang aku rasa pasti kan dibayar dengan kebahagiaan yang sepadan. Setiap lelah yang kerap aku nikmati pasti akan ada hasil yang akan aku terima. Setiap tawa yang lepas dari bibirku pasti ada cerita menarik didalamnya.

Ohiya, duapuluh tahun yang lalu aku pernah bertanya pada orang yang sudah sukses untuk membagikan rahasianya kepadaku. Aku waktu itu masih gadis belia, tepatnya masih duapuluhan. Orang itu tersenyum padaku dan membalasnya. Begini katanya; "Aku mulai sukses ketika aku meninggalkan pertarungan kecil untuk petarung kecil. Aku berhenti bertarung dengan mereka yang menggosipkan aku. Aku berhenti bertarung dengan partnerku yang curang. Aku berhenti bertarung untuk perhatian. Aku juga berhenti bertarung terhadap ekspektasi publik tentangku. Dan kemudian, aku mulai bertarung untuk visiku, mimpiku, ideku dan takdirku."

Senang hatiku mendengarnya. 

Lalu aku membuat catatan kecil.

"Dear diary...., Kuingin cerita.

Jika duapuluh tahun di masa mendatang, aku sudah berkepala empat. Jika aku melihat diriku menjadi seorang yang pengangguran dan hanya duduk di kursi goyang teras, dengan pandangan kosong ke depan. Aku akan mendatangi diriku sendiri lalu aku tempeleng kepalaku, maksudku kepala ku sendiri, sambil berkata; "B*GO! Lu idup selama ini ngapain?! Numpang boker doang?! Sekarang masih bisa gerak, kan?! Masih bisa napas, kan?! Lakuin sesuatu yang bermanfaat sono, dari pada ngendem nggak jelas!". Tertawa aku membacanya sekarang wkkwkwaa.

Dua puluh tahun kemudian, ku tambah tulisku dengan nada yang berbeda, hiikss

"Dear diary..., Ku ingin cerita.

Kita punya sumberdaya alam tiada tara, tapi justru kemiskinan merajalela. Kita punya jutaan pegawai, tapi apa yang dikerjakan dan untuk siapa? Kita ingin disiplin, tapi lingkungan menjauh dan mengucilkan. Kita ingin memberdayakan masyarakat, tapi orang-orang luar dibiarkan memperdayai masyarakat. 278,69 juta jiwa rakyat Indonesia adalah kekuatan besar. Namun untuk mencari 11 orang pesepakbola yang baik je, kita kedodoran".

"Kita ingin memadamkan api, ternyata diatas menyiramnya dengan bensin. Kita ingin meluaskan usaha, tapi ternyata orang-orang luar dibiarkan mencaploki tanah di mana pun. Orang-orang kuat meluaskan ritel pasar modern yang besar maupun yang kecil ke mana pun. Ternyata, semua itu hanyalah "gerakan" mematikan warung-warung di tengah masyarakat kecil. Mungkin Ini yang dinamakan pembangunan."

"Yang baik di negeri ini jadi asing dan jadi serba salah sendiri. Bahkan, oleh sebagian pihak dianggap musuh. Inilah yang dikatakan, tersesat dijalan yang benar mudah diingatkan. Tapi benar diantara yang sesat, ternyata jadi momok menakutkan. Yang benar malah disisihkan. Anomali jadinya".

Ga mudah memang, menekuni satu mimpi.

Tentang Menekuni Satu Mimpi,

Kita harus membumikan Man Jadda Wa Jada, bukan hanya pepatah penghias dinding, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Iya, Bersungguh-Sungguh.

Jika kita bersungguh-sungguh, maka kita akan mengalahkan rasa malas yang menghambat kita untuk bertindak. Jika kita bersungguh-sungguh, maka kita akan mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada di depan mata. Jika kita bersungguh-sungguh, maka kita akan berusaha melengkapi apa yang menjadi kekurangan kita untuk meraih tujuan besar kita. Jika kita bersungguh-sungguh, maka kita akan belajar. Jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk meraih sukses, ya bersungguh-sungguh.

Hanya dengan bersungguh-sungguh, maka kita tidak akan mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai kita menemukan jalan yang tepat.

Hanya dengan bersungguh-sungguh, maka kita tidak akan kalah dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan tersebut.

Sudah menjadi fitrah insaniyah, bahwa setiap kita sesungguhnya sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Yang harus kita lakukan dan usahakan hanyalah bersungguh-sungguh untuk itu. Membuat prioritas hidup dengan hanya melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat bagi kehidupan.

Have a nice day everyone...

#KSStory #KSGarden #KSMotivasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4