Air mata ini tumpah tanpa mampu kutahan
Luka yang menganga tak pernah terobati
Kau jatuhkan hatimu pada tempat yang bukan aku
Dan aku pun pecah... dalam sunyi yang tak ada henti
Biarkan aku melihat tangismu yang jatuh perlahan
Aku pun menyimpan luka yang tak pernah kau tahu
Namun biar semua mengalir tanpa penghalang
Karena cinta kita telah runtuh dan layu
Biarkan luka ini menganga tanpa obat
Biarkan kota tenggelam oleh derasnya air mata
Hati malang, jiwa kelam, mencari naungan hujan
Untuk berteduh dari pedih yang tak reda
Debu berhenti terbang, angin ikut diam
Saat air mata memenuhi jalan dan lorong kota
Aku berjalan tanpa arah, tanpa cahaya
Menunggu hujan memeluk jiwa yang patah
Aliran darahku seakan pergi jauh
Menuju pengasingan tempat luka berdiam
Aku mencoba kuat, namun runtuh perlahan
Di antara sunyi dan perih yang menyempitkan napas malam
Jika air mata membanjiri seluruh kota
Awan pun hanya terdiam tanpa suara
Jika hati sudah habis dilahap bara
Maka hidup atau mati terasa sama saja
Biarkan semuanya mengalir sampai batas terakhir
Saat sungai air mata berubah menjadi teduh
Jika saat itu tiba, kita berdiri saling membisu
Mengenang cinta yang gugur... dan tak pernah kembali utuh