Di antara malam yang sepi,
Ada kenangan yang terpatri,
Tentang hati yang sulit ku mengerti,
Mencintaimu tanpa bisa memiliki.
Pertemuan kita tak tepat waktu,
Saat hatiku mulai berbicara,
Engkau sudah punya yang lain,
Tinggalkan aku dalam diam.
Aku mendekat, namun engkau jauh,
Menyisakan luka yang tak terobati,
Perasaan ini tak main-main,
Hanya jadi kenangan yang menyakitkan.
Harapan yang tersimpan dalam hati,
Berjalan bersamaku dalam sepi,
Masa muda yang penuh impian,
Menghadapi kenyataan yang tak mudah.
Biarkan cerita kita tetap hidup,
Di antara puisi dan angin malam,
Meski tak pernah bersatu,
Kenangan kita akan tetap abadi.
Kamu adalah bagian dari perjalanan,
Yang pernah kutemui dan cintai,
Walau kini engkau milik orang lain,
Hatiku tetap mengenangmu.
Kini aku berjalan sendiri,
Menyisakan kenangan tentangmu,
Namun dalam setiap langkahku,
Aku akan selalu mengingatmu.