Video

Jejak Sang "Banteng Mataram" di Tanah Pengasingan

24 April 2026   05:34 Diperbarui: 24 April 2026   05:34 143 19 7


"Kita hidup di zaman di mana kesetiaan mudah diucapkan... tapi paling cepat ditinggalkan."

Ada tempat... yang tidak ramai, tidak juga megah...
tapi menyimpan jejak kesetiaan yang jarang kita temui hari ini.

Hari itu, saya dan istri sampai di sebuah lokasi yang mungkin tidak banyak dikenal orang...
Makam Sentot Ali Basyah.

Tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh yang pernah berdiri di garis depan sejarah...
Sentot Ali Basyah.

Ia bukan raja.
Bukan pula tokoh yang sering disebut dalam buku-buku populer.

Tapi perannya... tidak bisa dianggap kecil.

Sebagai tangan kanan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa, Sentot Ali Basyah adalah simbol keberanian, strategi, dan yang paling langka kesetiaan.

Kami berjalan perlahan di area makam. Suasananya tenang... cenderung sunyi. Tidak banyak pengunjung. Tidak ada hiruk pikuk. Hanya angin pelan... dan rasa hormat yang muncul dengan sendirinya.

Di tempat seperti ini, kita tidak sekadar berkunjung... tapi diajak untuk mengingat.

Dan di titik itu, saya mulai berpikir...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3