Hari ini, kata "loyalitas" sering diucapkan...
tapi semakin jarang dijalankan.
Sedikit perbedaan, kita mudah berbalik arah.
Sedikit tekanan, kita cepat menyerah.
Padahal dulu... dalam situasi yang jauh lebih sulit, orang-orang seperti Sentot Ali Basyah tetap berdiri. Tetap berjuang. Tetap setia... bahkan ketika risikonya adalah kehilangan segalanya.
Ironis, ya...
Kita hidup di zaman yang lebih nyaman...
tapi justru lebih mudah goyah.
Saya dan istri sempat diam sejenak. Tidak banyak yang bisa dikatakan. Karena di tempat seperti ini... kata-kata seringkali terasa kurang.
Yang ada hanya satu perasaan:
Hormat.
Bengkulu sekali lagi mengingatkan... bahwa sejarah tidak selalu berada di tempat yang ramai dan terkenal.
Kadang, ia tersembunyi di sudut-sudut sunyi... menunggu untuk kita pahami.
Dan sebelum kami melangkah pergi, satu hal terasa jelas...