Gila mereka yang bercerita tentang cinta
Mengaku merasakannya hanya dalam satu jam saja
Bukan karena rasa itu begitu cepat memudar
Tapi karena dalam sekejap, seluruh isi bumi ia bakar.
Kesedihan yang lain masih mau berbagi ruang
Menyisakan sedikit tempat saat malam datang menjelang
Namun cinta adalah penguasa lalim yang tak punya rasa
Ia menelan kita bulat-bulat, tanpa sisa, tanpa jeda.
Bagai peluru meriam berantai di tengah medan perang
Cinta menumbangkan barisan hati yang malang
Kita hanyalah ikan kecil di lautan yang luas
Menghadapi monster pemangsa yang tak pernah puas.
Aku ingat hari itu, saat pertama menatap matamu
Membawa hati yang utuh, melangkah penuh rindu
Namun saat ku beranjak pergi meninggalkan ruangan
Dada ini telah kosong, kehilangan semua angan.
Andai hatiku kau bawa, ia 'kan mengajarimu arti iba
Tuk menyayangi diriku yang kini kehilangan arah jiwa
Namun malangnya nasib, Cinta menghantam begitu keras
Menghancurkan hatiku seketika, bagai pukulan pada gelas.
Tapi yang telah ada takkan pernah bisa musnah
Ia tak hilang lenyap, hanya menjadi tak searah
Kepingan-kepingan itu masih tersimpan di dalam dada
Meski kini tercerai-berai, tak lagi menyatu bersama.
Kini bagai cermin pecah yang tampilkan seratus wajah kecil
Sisa hatiku yang robek hanya mampu mengagumi hal terpencil
Aku masih bisa menyukai, merindukan, dan memuja
Namun setelah hancur olehmu, aku takkan bisa mencinta seutuhnya.