Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lagu - Sebelum Pedang Kita Menjadi Karat

31 Mei 2026   20:12 Diperbarui: 31 Mei 2026   20:12 124 4 0


Dengar, kawan, di ujung peluru yang menderu,
Ada tanah yang lelah mengunyah debu.
Luka ini bukan lagi milikku atau milikmu,
Ia telah menjelma tangis ibu yang membiru.

Bergabunglah dengan kami di tenda sunyi,
Di mana tak ada lagi bedil yang bernyanyi.
Beralihlah dari kengerian perang yang keji,
Sebab menang jadi arang, kalah jadi abu yang mati.

Mari datang ke pelukan damai kami yang hangat,
Tempat maut tak lagi mengintai setiap saat.
Di sini, darah tak perlu dibayar dengan laknat,
Hanya ada jemari yang saling menjabat erat.

Sebelum semuanya terlambat dan terlindas waktu,
Sebelum tanah ini menjadi kuburan yang bisu.
Mari kita sudahi badai yang memburu,
Dan membasuh wajah dari dendam yang semu.

Sarungkanlah pedang tuamu yang telah lelah,
Yang ujungnya kerap membuat sejarah berdarah.
Tak ada kehormatan dalam tubuh yang terbelah,
Hanya ada penyesalan di ujung jalan yang salah.

Kawan! Lihatlah mata di seberang parit itu,
Bukankah warnanya sama dengan matamu?
Mereka juga rindu rumah, rindu masa lalu,
Bukan rindu pada mesiu yang berbau tabu.

Maka dari puing-puing ini kita akan bangkit,
Membasuh perih dari hati yang sakit.
Kita bukan lagi musuh dalam dunia yang sempit,
Kita adalah saudara, di bawah langit yang meraki