Apakah ini sebuah cobaan?
ketika Tuhan mempertemukanku denganmu,
perempuan dengan hati yang begitu indah,
wajah anggun dan langkah yang teduh---
seolah sebagian kecil keajaiban dunia
dititipkan pada hadirmu.
Namun ketika kau memilih jalan
yang direstui Abahmu,
jantungku berdegup dalam diam.
Bukan karena aku menyesali kehilangan,
tetapi karena aku sedang belajar
menerima takdir melalui air mata.
Kini aku mulai mengerti,
cinta tidak selalu berarti memiliki.
Kadang ia adalah doa yang rela berjarak,
sebuah keikhlasan yang tumbuh perlahan,
ketika kebahagiaanmu ternyata
bukan ditakdirkan bersamaku.
Yang paling kutakutkan bukan hidup tanpamu,
melainkan jika suatu hari aku menjadi beban
bagi hati yang dahulu ingin kubahagiakan.
Biarlah cinta kita berhenti sebagai kenangan,
daripada menjadi luka
yang kau bawa sepanjang perjalanan hidupmu.
Maka pergilah dengan doa yang baik.
Namamu akan kusimpan di sudut paling sunyi,
bukan untuk memanggilmu kembali,
melainkan untuk mengingat sebuah pelajaran:
tidak semua yang dicintai harus dimiliki,
sebab terkadang mencintai Tuhan
berarti rela kehilangan seseorang
demi melihatnya menemukan bahagianya.