Apakah kau tahu tentang jiwaku?
Saat engkau memanggilku lewat bahasa indahmu,
hatiku seperti menemukan rumah
di antara kata-kata yang tak pernah kupinta.
Entah apa yang sebenarnya kau sentuh,
namun setiap kalimat yang keluar darimu
seakan mengenal luka yang kusimpan,
dan memahami sunyi yang tak pernah kuceritakan.
Mungkin bukan namaku yang kau panggil,
melainkan bagian dari diriku
yang selama ini mencari seseorang
yang mampu memahami tanpa banyak bertanya.
Namun kaulah jiwa yang kusimpan,
di tempat paling sunyi dalam hatiku.
Walau suatu hari engkau memilih berpaling,
aku tak akan menyalahkan langkahmu.
Sebab mencintaimu bukan tentang memilikimu,
bukan pula tentang memaksamu untuk tinggal.
Cukup bagiku pernah mengenalmu,
pernah disentuh oleh indahnya bahasamu.
Dan percayalah,
namamu akan tetap kusimpan
di setiap bait yang lahir dari hati,
di setiap doa yang tak pernah kau dengar,
bahkan di antara air mata yang jatuh perlahan
ketika aku belajar mengikhlaskanmu.