Mengapa ada mawar merah?
Apakah ini tanda hati yang resah,
atau pertanda hati sedang bahagia?
Mengapa ia mekar begitu indah,
di saat hatiku justru tak tahu
ke mana harus membawa rasa?
Jika kau tak dapat menerima hatiku,
biarkan perasaanku terbang di atas awan,
bersama air hujan yang jatuh perlahan,
membawa segala rindu
yang tak pernah sempat kusampaikan.
Aku tak ingin memaksamu mencinta,
tak ingin membuatmu merasa bersalah.
Biarlah cinta ini menjadi rahasia,
yang kusimpan dalam diam
hingga waktu mengajarkanku untuk rela.
Mungkin mawar merah itu bukan untukku,
mungkin ia hanya datang
untuk mengingatkanku
bahwa sesuatu yang indah
tak selalu harus menjadi milik kita.
Jika suatu hari kau mencariku,
mungkin aku sudah jauh melangkah.
Bukan karena aku membencimu,
tetapi karena aku harus belajar
meninggalkan sesuatu yang kucintai.
Dan akhirnya aku akan pergi,
tanpa suara dan tanpa kabar.
Bukan untuk membuatmu bertanya-tanya,
melainkan agar hatiku perlahan belajar
menerima bahwa tidak semua cinta
harus berakhir dengan memiliki.