Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lagu - Tidak Lebih dari Teman

29 September 2026   20:15 Diperbarui: 29 September 2026   20:15 176 0 0



Selama ini aku mencintaimu,
lalu kepada sunyi aku bertanya,
"Apakah cintaku juga bersemayam di dadamu?"
Kau menjawab, "Aku menganggapmu sebatas teman."
"Tidak lebih?" tanyaku dengan hati bergetar.
"Lebih... tetapi tidak terlalu lebih."
Saat itu aku tersenyum di hadapanmu,
namun di dalam sujudku, seluruh langit terasa runtuh.

Aku pernah mengira mencintaimu
adalah jalan menuju bahagia,
ternyata Tuhan sedang mengajariku
bahwa tidak semua yang indah harus dimiliki.
Kau mungkin hanya sebuah tanda,
sebuah persinggahan yang sengaja diletakkan-Nya
agar aku belajar membedakan
antara mencintai makhluk dan mencintai Sang Pemilik cinta.

Kini pertahananku telah menjadi puing,
harapan yang dahulu kubangun
berserakan di halaman takdir.
Namun di antara reruntuhan itu
aku menemukan nama-Mu, ya Tuhan.
Barangkali selama ini aku terlalu sibuk mencari dia,
hingga lupa bahwa Engkaulah
tempat segala rindu seharusnya kembali.

Jika bersamamu belum tentu aku bahagia,
maka biarlah tanpamu aku belajar menerima.
Jika kehilanganmu adalah cara-Mu
membersihkan hatiku dari keterikatan,
maka jangan kembalikan apa yang telah Kauambil
sebelum hatiku benar-benar mengerti
bahwa takdir-Mu tidak pernah salah alamat.

Kini aku tidak lagi meminta
agar engkau menjadi milikku.
Aku hanya memohon kepada Tuhan:
jika namamu bukan bagian dari takdirku,
hapuslah keinginan untuk memilikimu
tanpa harus menghapus doa baik untukmu.
Sebab mungkin cinta yang paling suci
bukan ketika dua hati saling memiliki,
melainkan ketika satu hati mampu melepaskan
dan tetap menyebut nama yang dicintainya dalam doa.