
Pembelajaran literasi dasar tersebut berlangsung setiap hari kerja di Rutan Kelas IIB Pasangkayu. Warga binaan yang mengikuti kegiatan dibagi dalam kelas tingkat 1, 2, dan 3, sesuai dengan kemampuan dan tahapan belajar masing-masing.
Proses belajar tidak hanya mengandalkan petugas. Warga binaan yang memiliki kemampuan dan kecakapan untuk mengajar turut diberdayakan sebagai tenaga pendidik untuk membantu peserta lainnya. Petugas juga terlibat dalam pendampingan dan pengawasan agar kegiatan pembelajaran berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Peserta magang yang berada di Rutan turut mengambil bagian dalam proses tersebut. Mereka membantu memberikan materi dan mendampingi warga binaan selama pembelajaran berlangsung, sehingga proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi melibatkan beberapa unsur yang saling membantu.
Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, mengatakan bahwa kesempatan belajar perlu diberikan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
"Kami ingin setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya. Bagi yang masih membutuhkan pembelajaran dasar, kami memberikan pendampingan secara bertahap sesuai kemampuannya. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar," ujar Muarif.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari pembinaan di Rutan Pasangkayu, khususnya bagi warga binaan yang masih membutuhkan penguatan kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan dasar tersebut penting dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika memahami informasi, berkomunikasi, maupun mengikuti program pembinaan lainnya. Program literasi bagi warga binaan juga telah menjadi bagian dari perhatian Ditjenpas Sulbar dalam pemberantasan buta aksara.
Di ruang kelas itu, proses belajar berjalan sederhana. Ada yang masih mengenali huruf, ada yang mulai membaca kata, sementara peserta lainnya sudah berlatih pada tahap yang lebih lanjut. Perbedaan kemampuan tidak menjadi penghalang untuk belajar bersama.
Antusiasme warga binaan mengikuti pembelajaran menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Dari kelas tingkat 1 hingga tingkat 3, setiap pagi mereka tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga menggunakan waktu selama berada di Rutan untuk menambah kemampuan yang dapat berguna dalam kehidupan mereka.