Video yang sama aku unggah juga di Facebook @darsri sri
CERITA VIDEOKU
Tahun 1977,pagi sekali kami sudah siap berangkat, setelah sarapan. Hari Minggu pagi yang cerah, ayah ibu mengajak kami berjalan kaki ke Lembang.
Kami akan berkunjung ke rumah Ceu Oom, masih keluarga sahabatnya ibu. Ceu Oom suka mampir d rumah kami dan bercerita perjalanan ke rumah orang tuanya di Lembang suka ditempuh dengan berjalan kaki.
Ceu Oom akhirnya mengundang kami untuk ke rumah orang tuanya di Lembang. Ibu menitip sedikit uang untuk orang tua Ceu Oom, untuk membuatkan makan siang.
Pagi sekali kami sudah berangkat mengendarai mobil. Kami membawa keranjang berisi bekal minum untuk di jalan dan sedikit cemilan ala kadarnya.
Mobil kami diparkir di sekitar Rumah Sakit AURI (Salamun) .
Siap berjalan kaki. Turun dari mobil sambil melihat kanan kiri.
Areal yang kami lewati saat itu , sekarang populer dengan kawasan wisata Punclut. Banyak villa dan resto , jalannya sudah beraspal menembus ke arah Dago dan Lembang.
Untungnya jalanan sedang tidak becek. Namun tetap saja tanah liat menempel juga di sendal dan sepatu kami. Jalanannya masih dalam bentuk tanah, belum di aspal seperti sekarang., menanjak, luar biasa melelahkan. Maka sebentar sebentar kami duduk di pinggiran jalan, minum. Rehat dulu.
Lanjut lagi, kadang samnil terengah-engah.
Untungnya pemandangan kiri kanan sangat mengesankan. Sawah berumpak,ladang hijau, lembah dan bukit yang mendamaikan jiwa. Tak bosan menatap bentang alam. Hawa segar dan kesejukan berbaur dengan hangat matahari pagi.
Ada sedikit rumah penduduk dan balong ikan . Kiri kanan banyak ilalang dan belukar.
Beberapa jam kemudian, akhirnya kami sampai di Lembang. Melewati rumah-rumah penduduk, tiba di ruah orang tua Ceu Oom. Mereka semua sangat ramah. Rumahnya sederhana khas pedesaan Priangan.
Di dalam rumah yang sejuk, tikar anyaman terhampar. Kami duduk menikmati sajian teh hangat. Juga jajanan pasar .
Tak lama kemudian makan siang tersaji. Nasi hangat mengepul di bakul anyaman bambu . Nasinya berasa manis , karena langsung dari pemnggilingan ppadi yang sawahnya juga tak jauh dari rumah ini. Lalaban yang diambil dari kebun, ikan goreng yang diambil dari balong. Ikan asin dan sambal ulek terasi serta kerupuk jadi menu spesial juga.
Kami saling bercerita dan mengobrol. Lalu mengitari keindahan desa di Lembang. Banyak bunga-bunga berwarna mempercantik suasana.
Lewat lohor, kami beranjak pulang . Melewati kembali jalur Punclut, dan tidak semelalahkan berangkatnya. Pulangnya jalan menurun. Kembali menikmati pesona lembah dan bukit yang hijau. Padi di sawah yang meliuk dalam hembusan angin, ilalang dan bunga rumput bergoyang, gemericik sungai dan selokan yang airnya berdih jernih.
Hari ini , tahun 2025, setelah 48 tahun kemudian, jalan tsb telah menjadi jalan raya beraspal , yang bisa tembus ke Dago dan Lembang.
Sebelumnya Punclut sempat jadi area wisata jalan kaki dan berkuda. Warung-warung non permanen pernah berjajar di pinggir jalan. Penjual timbel dan nasi merah serta nasi hitam dengan lauk pauk yang merakyat dan lezat dijajakan di sini. Tutut (keong sawah) yang dimasak dengan bumbu kuning juga dijajakan. Menikmati jajanan sambil lesehan di saung-saung bambu bertiang dari anyaman bambu, sangat mengesankan.
Seiring perjalanan waktu, tahun 2020 an sudah berubah total.
Ada objek wisata Wow Sarae Hill, Dago Bakery, Puncak Punclut, dan resto serta cafe-cafe mewah. Juga hotel dan penginapan bermunculan, rumah-rumah mewah semakin bertumbuh di sini.
TENTANG VIDEO LAWAS INI
Video lawas ini aku bagikan di Instagram. Berbagi kenangan. Ayah merekamnya menggunakan kamera jadul yang ayah beli di Malaysia saat bertugas beberapa tahun di Malaysia. Bentulknya dalam roll film kecil, dan hanya beberapa menit, film bisu yang sangat pendek. Untuk menontonnya harus menggunakan projector mini . Kedua alat tersebut kini sudah rusak.
Tahun 2007 kami sempat menemukan jasa tranfer film tersebut ke VCD. Perusahaan jasa tersebut memiliki alat putar Projector , lalu mensyuting ulang. Hasilnya lumayan, sayangnya resolusinya sangat rendah sesuai teknologi saat itu.
Sekarang kami masih berharap ada jasa tranfer film ini ke digital dengan resolusi yang lebih tinggi.