"Setelah Pantai, Kami Menemukan Sesuatu yang Lebih Dalam: Candi dan Makna Kehidupan"
EPISODE 16 -- Candi
Suasana pagi ini di komplek Candi Ploasan, sedikit panas, tapi kami menikmatinya, karena kami sedang menikmati dua Candi sekaligus, Candi Ploasan Lor dan Candi Ploasan Kidul, kalau dahulu komplek percandian ini di kelilingi oleh parit peresegi Panjang, ini masih terlihat dari sisi timur dan barat candi. Tapi saat ini komplek percandian ini di kelilingi jalan.

Disini bukan hanya sekedar candi, tapi candi ini merupakan salah satu destinasi wisata pendidikan dan religi di Jawa Tengah.
Saya membiarkan anak-anak melihat candi Ploasan Lor, sementara saya dan istri mendekati seorang penjaga yang antusias menjelaskan kepada kami, candi yang kalau saya dapat menyimpulkan candi "Dua Kembar Penuh Kisah Toleransi di Mataram Kuno"
Kompleks Candi Plaosan yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berdiri kokoh sejak abad ke-9 Masehi, peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bukan hanya karya arsitektur yang indah, tetapi juga saksi bisu kisah cinta, persatuan, dan toleransi antar agama yang luar biasa. Keduanya sering disebut sebagai "candi kembar", namun memiliki karakteristik, fungsi, dan makna tersendiri yang saling melengkapi.

Dari penjelasannya saya mecoba membuat perbandingan singkat :
Aspek
Candi Ploasan Lor
Candi Ploasan Kidul
Jumlah Candi Induk
2 buah (kembar)
1 buah
Ukuran
Besar, Megah, dalam komplek
Lebih kecil, lebih sederhana
Dominasi
Bhuda, Simbul Ratu
Perpaduan Hindu-Budha, Simbul Raja
Pendamping
116 Stupa, 50 candi
8 candi kecil
Karakter Relief
Tokoh berpasangan, detail sangat halus
Ukiran tanaman, perpaduan symbol agama
Makna Bersama: Warisan Toleransi Abadi
Meskipun berbeda bentuk dan penekanan makna, Plaosan Lor dan Kidul adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keduanya tidak dibangun untuk bersaing, melainkan untuk melengkapi satu sama lain, mencerminkan hubungan suami-istri, dua dinasti, dan dua agama yang hidup rukun.
Keduanya mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan perpecahan, melainkan kekayaan yang memperindah kehidupan. Hingga kini, sisa-sisa bangunan, batu-batu yang berserakan, dan ukiran yang masih jelas menjadi bukti sejarah yang berharga, mengingatkan kita bahwa toleransi, cinta, dan persatuan telah tumbuh subur di tanah Jawa sejak ribuan tahun lalu.
Kompleks ini kini dikelola oleh Kementerian Kebudayaan, menjadi destinasi wisata sejarah, pendidikan, dan religi, sekaligus menjadi saksi kebesaran budaya bangsa Indonesia yang patut dijaga dan dibanggakan.
Kami istirahat sejenak di sisi pagar candi Ploasan Lor, seraya menikmati es dawet yang kebetulan lewat di pinggir jalan...
Indah sekali perjalanan kami pagi ini...
Ingin mengikuti destinasi berikutnya?
Terus ikuti petualangan kami.