Video Pilihan

"Museum Petilasan Mbah Marijan: Jejak Sejarah Sang Juru Kunci Merapi

25 Mei 2026   06:00 Diperbarui: 25 Mei 2026   11:18 98 17 11


Membawa istri berkunjung ke tempat ini adalah salah satu keputusan terbaik saya dalam perjalanan wisata edukasi. Biaya masuknya pun sangat terjangkau, kita hanya perlu membayar retribusi kawasan wisata dan biaya parkir.

Kami kesini rombongan, dan tour Merapi ini kami menggunakan Jeef, yang kami sewa bersama rombongan.

Di awal kunjungan, sambil menikmati sejuknya udara lereng Merapi dan memandangi sisa-sisa keganasan erupsi, saya menggenggam tangan istri erat-erat. Kami bersyukur bisa mengunjungi semua destinasi yang ada di Merapi dan sekitarnya bersama hari ini, mengambil hikmah dari dedikasi Mbah Marijan, dan berjanji untuk selalu menjaga keharmonisan keluarga serta alam semesta.

"Koleksi : Misbah Moerad."

Koleksi dan Pameran Museum

Saat kami memasuki kawasan museum yang dibangun di Dusun Kinahrejo ini, rasa sesak seketika menyelinap. Kami melihat langsung puing-puing sisa harta benda yang dulunya utuh menjadi saksi bisu amukan wedhus gembel (awan panas). Ada sepeda motor yang meleleh, gamelan yang tertimbun abu, hingga peralatan masak yang penyok.

Melihat dokumentasi foto-foto evakuasi dan kondisi pasca-letusan membuat saya dan istri terdiam cukup lama. Ada perasaan sedih yang teramat dalam melihat betapa ganasnya alam meluluhlantakkan segalanya dalam sekejap. Di balik rasa sedih itu, ada juga obrolan-obrolan kecil bernada canda antara kami berdua untuk mencairkan suasana yang begitu syahdu. Sedikit meringankan dada yang sesak melihat deretan koleksi saksi bisu tragedi tersebut.

Makna Petilasan dan Refleksi Kehidupan

Tempat ini bukan sekadar bangunan. Bagi kami, petilasan ini adalah ruang refleksi kehidupan yang luar biasa. Dari Mbah Marijan, saya dan istri belajar arti sebuah "tanggung jawab". Kadang dalam pernikahan, kita juga diuji oleh badai kehidupan. Belajar dari keteguhan Mbah Marijan, kita diajarkan untuk tetap tegar memegang komitmen, sekaligus ikhlas dan tunduk menyadari kedudukan manusia di hadapan Sang Pencipta.

"Koleksi: Misbah Moerad."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2