Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tulisanmu Adalah Konten Mahal dan Tak Ternilai Harganya

25 Mei 2026   05:36 Diperbarui: 25 Mei 2026   05:36 189 5 2

Ilustrasi artikel/dokpri
Ilustrasi artikel/dokpri

Tulisanmu Adalah Konten Mahal dan tak ternilai harganya. Inilah Kisah Omjay tentang Harga Sebuah Tulisan yang Lahir dari Hati.
Sebuah artikel yang ditulis Oleh: Dr. Wijaya Kusumah atau Omjay di Kompasiana tercinta.

https://youtu.be/AL_FgK5Xoxg?si=ihaSSyk7evDkLt0r

Banyak orang mengira menulis hanyalah pekerjaan sederhana. Tinggal duduk, mengetik beberapa kalimat, lalu selesai. Padahal, di balik sebuah tulisan yang menyentuh hati, ada pengalaman hidup, air mata, perjuangan, bahkan doa yang ikut terselip di setiap paragrafnya. Karena itulah, tulisan sebenarnya adalah konten mahal.

Saya menyadari hal itu ketika mulai aktif menulis di blog pribadi dan berbagai media online. Awalnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman sebagai guru. Saya menulis tentang kelas, murid, perjalanan hidup, hingga kisah-kisah sederhana yang sering dianggap sepele oleh orang lain. Namun ternyata, tulisan sederhana itu mampu mengetuk hati banyak pembaca.

Suatu malam, saya menerima pesan dari seorang guru di daerah pelosok Indonesia. Dia berkata bahwa tulisan saya membuatnya kembali semangat mengajar. Ia hampir menyerah menjadi guru karena merasa tidak dihargai. Gaji kecil, beban kerja besar, dan tuntutan administrasi membuat hidupnya terasa berat. Namun setelah membaca tulisan saya di blog https://wijayalabs.com, ia merasa tidak sendirian.

Saat membaca pesan itu, saya terdiam cukup lama. Ternyata tulisan bukan hanya rangkaian kata. Tulisan dapat menjadi pelukan bagi hati yang lelah. Tulisan bisa menjadi cahaya bagi mereka yang sedang berada dalam kegelapan.

Di situlah saya mulai memahami bahwa tulisan adalah konten mahal dan tak ternilai harganya. Tak bisa dikurangi dengan hadiah gopay kompasiana. Tidak bisa juga diberikan k-rewards Kompasiana yang sangat kecil nominalnya.

Mahal bukan karena dibayar jutaan rupiah. Mahal karena proses lahirnya tidak mudah. Ada waktu yang dikorbankan. Ada tenaga yang dikeluarkan. Ada pengalaman hidup yang dibagikan dengan tulus.

Banyak orang hanya melihat hasil akhirnya. Mereka membaca artikel dalam waktu lima menit, tetapi tidak tahu bahwa penulisnya mungkin membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Bahkan ada tulisan yang lahir dari luka batin yang mendalam.

Saya pernah menulis ketika hati sedang sedih. Saat itu saya merasa lelah menghadapi berbagai persoalan hidup. Namun saya memilih menuliskannya menjadi sebuah artikel inspiratif. Anehnya, justru tulisan yang lahir dari rasa sakit itu paling banyak dibaca orang. Banyak pembaca mengaku menangis setelah membacanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3