Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tulisanmu Adalah Konten Mahal dan Tak Ternilai Harganya

25 Mei 2026   05:36 Diperbarui: 25 Mei 2026   05:36 217 5 2

Dari pengalaman itu saya belajar bahwa tulisan yang paling mahal adalah tulisan yang ditulis dengan hati. Walaupun tulisan tersebut dibantu dengan ai atau Chatgpt. Sebab prompt atau perintah yang dibuat bersinggungan dengan hati manusia.

Hari ini, dunia dipenuhi konten. Setiap detik orang mengunggah video, foto, dan tulisan di media sosial. Namun tidak semua konten memiliki nilai. Banyak yang hanya lewat begitu saja tanpa meninggalkan makna. Sebaliknya, tulisan yang lahir dari pengalaman nyata akan terus hidup di hati pembacanya.

Itulah sebabnya saya selalu mengatakan kepada teman-teman guru agar jangan takut menulis. Pengalaman mengajar di kelas adalah harta yang sangat mahal. Kisah mendidik murid dengan penuh kesabaran adalah inspirasi yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Saya teringat ketika mengikuti pelatihan menulis beberapa tahun lalu. Saat itu ada seorang peserta berkata, "Saya bukan penulis hebat. Saya tidak punya cerita menarik."

Saya tersenyum mendengar ucapannya.

Saya lalu berkata kepadanya, "Selama Ibu masih hidup, selama Ibu pernah berjuang, maka Ibu punya cerita yang layak ditulis."

Benar saja. Ketika dia mulai menulis tentang perjuangannya menjadi guru honorer di desa terpencil, banyak orang terharu membacanya. Tulisan itu kemudian dibagikan ribuan kali di media sosial.

Kadang kita tidak sadar bahwa pengalaman hidup sendiri justru menjadi konten paling mahal dan tak ternilai harganya.

Di era kecerdasan buatan seperti sekarang, banyak orang bisa membuat tulisan dengan cepat. Teknologi memang membantu manusia bekerja lebih mudah. Namun tulisan yang benar-benar menyentuh tetap membutuhkan rasa. Mesin bisa menyusun kata, tetapi hati manusialah yang memberi jiwa pada tulisan tersebut.

Karena itu, saya selalu percaya bahwa penulis yang menulis dengan hati tidak akan tergantikan. Walaupun penulisnya dibantu dengan kecerdasan buatan.

Tulisan mahal bukan tulisan yang penuh kata sulit. Bukan pula tulisan yang dipenuhi istilah hebat. Tulisan mahal adalah tulisan yang mampu membuat pembaca merasa ditemani, dikuatkan, dan dimanusiakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3