Video Pilihan

Romansa Arkeologi di Trowulan: Menggali Kisah Candi Minak Jinggo yang Bikin Istri "Kabur"

28 Mei 2026   06:00 Diperbarui: 28 Mei 2026   11:41 147 20 10


Kunjungan kami kali ini ke Jawa Timur, kami menuju komplek Trowulan, Pelesiran ini adalah yang ketiga kami ke komplek ini berujung kocak. Sang istri tercinta punya agenda belanja dan nongkrong sendiri, meninggalkan saya sendirian dengan mandat penjemputan: "Jemput aku nanti ya kalau sudah selesai pacaran sama Minak Jinggo!"Sungguh, tak ada yang lebih romantis selain kencan dengan reruntuhan candi.

Keadaan Candi Minak Jinggo Sekarang

Terletak di Dusun Unggahan, Trowulan, Mojokerto, pesona Candi Minak Jinggo ini sangat unik. Beda dengan candi-candi di sekitarnya yang rata-rata terbuat dari bata merah, candi ini justru didominasi batu andesit.

Saat ini bentuknya memang sudah tidak utuh alias puing-puing berserakan, namun justru di situ letak seninya. Anda akan disambut oleh dua arca raksasa (Mahakala/Bairawa) yang bermata melotot dan bertaring. Tenang, mereka tidak menggigit kok! Duduk santai di sekitar candi sambil menikmati ukiran reliefnya yang rumit adalah obat penat yang manjur.

Waktu kunjungan pertama saya dan anak istri kesini, masih berserakan, belum ada pendopo dan lokat untuk masuk, tulisan candinyapun masih papan di cat.

Kunjungan kami kedua juga beserta anak istri, sudah mulai beberapa perbaikan dan penambahan, sudah ada pendopo dan sebagian candi sudah banyak di benahi, dan ini yang kami vidiokan adalah kunjungan kami ketiga. Sudah banyak kesempurnaan walau dari petugas yang jaga belum bisa memastikan kapan ini selesai, karena di Kawasan ini semakin banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang baru di temukan.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Asal Muasal: Dari Harta Karun Legenda hingga Penemuan Arkeolog

Nama "Minak Jinggo" sendiri diambil dari kisah legenda rakyat Jawa yang sangat populer, yakni perang antara Damarwulan dan Adipati Blambangan bernama Minakjinggo. Karena mitos inilah, masyarakat setempat mengaitkan reruntuhan ini dengan tokoh tersebut.

Asal-usulnya sempat bikin pusing para ahli sejarah. Situs ini pertama kali didata oleh Captain Wardenaar yang ditugaskan oleh Thomas Stamford Raffles. Saat ditemukan pertama kali, wujudnya tak lebih dari struktur dasar dengan beberapa batu berelief. Konon, candi yang berjarak sekitar 500 meter di sisi timur Kolam Segaran ini dulunya berfungsi sebagai sanggar pemujaan khusus untuk para raja dan kerabat kerajaan Majapahit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2