Candi Brahu Trowulan: Menyusuri pesona candi tertua di Trowulan ini ibarat wisata lintas zaman. Sembari menanti istri yang asyik berkumpul dengan kawan-kawannya, mari kita nikmati kemegahan batu bata merah ini sendirian dan menyelami salah satu saksi bisu peradaban Nusantara.
Menghitung Usia Lebih Tua dari Majapahit
Bicara soal sejarah, Candi Brahu ini bisa dibilang "senior" banget. Berdasarkan Prasasti Alasantan yang ditemukan tak jauh dari lokasi, candi ini diperkirakan sudah ada sejak 939 M (tahun 861 Saka) pada masa kekuasaan Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Kuno.
Artinya, candi ini jauh lebih tua dari pada Kerajaan Majapahit itu sendiri! Wow, kebayang kan betapa lamanya bangunan ini berdiri kokoh melewati berbagai zaman?

Asal-Usul Nama dan Cerita Ditemukannya
Nama "Brahu" sendiri diyakini berasal dari kata Warahu atau Wanaru, yaitu sebuah sebutan untuk bangunan suci yang tertulis di prasasti tadi.
Bicara soal sejarah penemuannya, candi ini mulai tercatat dalam literatur modern pada tahun 1815. Kala itu, seorang tokoh bernama Wardenaar yang ditugaskan oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles melakukan pencatatan peninggalan purbakala, mampir dan mendata keberadaan candi ini di Mojokerto. Penemuan ini kemudian dimasukkan oleh Raffles dalam buku legendarisnya, "History of Java".
Dulu Buat Apa Saja Sih?
Kalau melihat arsitektur bata merahnya dengan sisa bentuk stupa di bagian atap, candi ini jelas berlatar belakang agama Buddha. Fungsi utamanya tentu sebagai tempat peribadatan dan berdoa umat Buddha pada zamannya.
Nah, ada cerita rakyat (sekaligus beberapa tafsiran arkeolog) yang bilang kalau Candi Brahu ini dulunya berfungsi sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah raja-raja dan keluarga kerajaan Majapahit. Meskipun sampai sekarang belum ditemukan bukti abu jenazah di dalamnya, mitos ini justru bikin candi ini makin terasa mistis dan legendaris.

Cerita Pemugaran dan Wajahnya Saat Ini
Candi ini juga sempat masuk ruang perawatan lho! Karena faktor usia dan alam yang tak bisa ditolak, Candi Brahu menjalani pemugaran besar-besaran oleh pemerintah pada awal tahun 1990 dan rampung pada 1995.
Berkat pemugaran tersebut, Candi Brahu yang berlokasi di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini sekarang tampak semakin gagah. Dengan tinggi sekitar 25,7 meter dan ukuran alas 20,7 meter, candi ini siap menyambut para wisatawan atau siapa saja yang sedang "ditinggal" sejenak oleh pasangan.
Fakta Menarik Lainnya

Duduk sendirian menikmati relief dan jejak sejarah Candi Brahu tentu punya sensasi tersendiri. Anggap saja ini jadi momen "me-time" yang bermanfaat, memperkaya wawasan sambil menunggu istri selesai bersenang-senang dengan teman-temannya!