Video Pilihan

Menyapa Tirai Nirwana: Nostalgia 'Backpacker' dan Indahnya Tumpak Sewu Tanpa Bikin Dengkul Gemetar

5 Juni 2026   05:31 Diperbarui: 5 Juni 2026   05:41 133 17 7


Pernahkah Anda membayangkan sensasi berkendara dari Jakarta menuju Malang dan Batu hanya dengan bermodal sepeda motor? Well, setidaknya itulah ilusi sempurna yang kami bangun! Demi totalitas liburan, kami sengaja menyewa motor di Malang dengan pelat nomor 'B' (Jakarta) agar berasa seperti anak rantau yang mudik bawa motor. Bersama sang istri, petualangan romantis ini pun dimulai.

Tepat pukul 07.00 pagi, kami keluar dari guest house dengan udara dingin yang menusuk tulang. Tujuan pertama kami pagi itu adalah memanjakan perut di Alun-Alun Batu. Menikmati hangatnya sajian lokal di udara sejuk, ditemani lalu-lalang warga, menjadi pembuka hari yang sempurna sebelum perjalanan panjang menanti.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Perjalanan kemudian berlanjut menuju perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang. Medan jalan yang berkelok dan pemandangan hijau menyegarkan seolah menjadi pemanasan sebelum suguhan utama yang luar biasa.

Begitu tiba di kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, kami benar-benar terpesona. Air terjun ini terlihat megah bak tirai raksasa yang jatuh dari langit, dikelirilingi tebing-tebing curam. Tidak heran rasanya jika destinasi ini menjadi primadona, terbukti dengan ramainya turis lokal hingga wisatawan mancanegara yang sibuk mengabadikan momen.

Awalnya, kami berdua sangat bersemangat dan berencana turun sampai ke dasar air terjun. Namun, rencana tinggal rencana. Saat sedang menikmati pemandangan dari atas, kami berpapasan dengan dua orang gadis asal Jakarta yang baru saja naik. Kondisi mereka? Jangan ditanya lagi-basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki, dengan napas terengah-engah.

"Kalau Om sama Tante mau turun ke bawah, hati-hati ya, banyak batu besar dan jalannya licin banget!" seru mereka sambil tertawa ngos-ngosan.

Mendengar peringatan dari 'anak gaul Jakarta' tersebut, saya dan istri pun saling pandang, lalu kompak tersenyum penuh arti. Seketika itu juga, jiwa petualang kami menyusut dan berubah menjadi jiwa fotografer yang bijak. "Foto-foto dari atas sini aja ya, Ma. Pemandangannya juga udah juara banget kok!" bisik saya pada istri. Dan benar saja, dari gardu pandang atas, Tumpak Sewu tetap terlihat sangat spektakuler.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Tips Seru Menuju Tumpak Sewu

Untuk Anda yang ingin mengikuti jejak perjalanan kami, berikut beberapa tips agar liburan tetap aman dan nyaman:

  • Waktu Terbaik: Datanglah saat musim kemarau atau cuaca cerah (hindari turun ke dasar saat musim hujan karena licin dan rawan).
  • Perlengkapan: Gunakan sepatu trekking yang anti-selip jika Anda nekat ingin turun, dan siapkan baju ganti serta jas hujan.
  • Kamera: Pastikan baterai kamera atau ponsel terisi penuh karena Anda akan mengambil banyak foto. Bawa dry bag jika membawa kamera turun ke bawah.
  • Kondisi Fisik: Jika membawa pasangan atau orang tua yang mudah lelah, menikmati pemandangan dari spot panorama atas sudah sangat memuaskan dan hemat tenaga.

Informasi Lokasi

  • Alamat Lengkap: Jl. Raya Dampit-Lumajang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
  • Waktu Tempuh: Sekitar 2 hingga 2,5 jam perjalanan dengan sepeda motor dari pusat Kota Malang.
  • Akses: Mudah dijangkau karena berada di jalan utama Malang-Lumajang.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Tumpak Sewu bukanlah sekadar tempat wisata biasa, melainkan mahakarya Allah untuk alam Indonesia yang wajib disaksikan dengan mata kepala sendiri. Jadi, kapan giliran Anda dan pasangan merencanakan liburan ke sini? Jangan sampai ketinggalan pesona air terjun seribu ini! Kemasi barang Anda, sewa motor Anda, dan rasakan sendiri keindahannya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2