Video Pilihan

"Motor Mentok, Jalan Kaki, Lalu Surga itu Muncul: Kisah Kami ke Curug Ciawitali"

26 Juni 2026   05:21 Diperbarui: 26 Juni 2026   05:21 145 19 11


Perjalanan kali ini benar-benar sederhana, tapi justru itu yang bikin berkesan. Saya dan istri berangkat tanpa ekspektasi tinggi, hanya ingin mencari udara segar dan suasana alam yang masih alami. Tapi ternyata, yang kami temukan jauh lebih dari sekadar itu.

Perjalanan menuju Curug Ciawitali memang tidak seperti wisata mainstream. Untuk roda dua, kami bisa masuk cukup jauh sampai titik di mana motor sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan. Parkir pun bukan di tempat resmi-kami hanya menitipkan motor di sela-sela rumah warga. Sederhana, tapi terasa hangat.

Sementara itu, kalau menggunakan mobil, harus parkir di atas dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki lebih jauh.

Dari situ, petualangan sebenarnya dimulai.

"Koleksi: Misbah Moerad."
Kami menyusuri jalan setapak yang membelah hutan alami. Di kanan kiri, pepohonan tinggi menjulang, udara terasa sejuk, dan suara aliran sungai yang deras tapi jernih selalu menemani langkah kami. Sesekali kami berhenti, bukan karena lelah, tapi karena terlalu banyak momen indah yang sayang dilewatkan tanpa diabadikan.

Di tengah perjalanan, kami bertemu rombongan gowes. Tapi uniknya, mereka tidak mengayuh sepeda. Mereka justru memikul sepeda mereka karena jalur hutan yang tidak memungkinkan untuk dikendarai. Dari situ saja sudah terasa-tempat ini memang bukan untuk yang mencari kemudahan, tapi untuk yang rindu petualangan.

Lokasi Desa Ciwaluh, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini memang masih tersembunyi. Dulunya hanya warga lokal yang tahu keberadaan air terjun ini, hingga akhirnya pemuda setempat mulai memperkenalkannya ke publik.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Sepanjang perjalanan, kami juga melewati hamparan persawahan yang hijau dan menenangkan. Namun di sisi lain, ada pemandangan yang cukup mengusik-banyak plang bertuliskan "Tanah ini milik MNC Grup" terpampang dari awal hingga mendekati lokasi.

Saat tiba di kawasan Lido, kami kembali melihat papan besar yang mencantumkan rencana pembangunan destinasi wisata besar, bahkan disebut-sebut sebagai "Walt Disney Indonesia" milik Donald Trump, berdampingan dengan kepemilikan MNC Grup. Sebuah kontras yang cukup mencolok dengan keasrian alam yang baru saja kami lewati.

Dan akhirnya... kami sampai.

Curug Ciawitali menyambut dengan keindahan yang tidak berisik, tapi justru menenangkan. Air terjun setinggi sekitar 12 meter itu jatuh ke kolam dengan kedalaman kurang lebih 70 cm, dengan dasar berpasir yang aman untuk bermain air. Airnya jernih, dingin, dan menyegarkan.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Vegetasi di sekitarnya masih sangat rimbun, memberikan nuansa alami yang sulit ditemukan di tempat wisata yang sudah ramai.

Kami duduk cukup lama di sana. Tidak banyak bicara, hanya menikmati. Sesekali tertawa, bercanda, dan tentu saja... foto-foto.

Kadang kebahagiaan itu sederhana-berjalan bersama, melewati jalan yang tidak mudah, lalu menemukan keindahan yang tidak semua orang tahu.

Kalau kompasianer cari tempat yang masih alami, belum terlalu ramai, dan benar-benar "healing"... Curug Ciawitali ini layak masuk daftar.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Tips Berkunjung ke Curug Ciawitali:

  • Gunakan kendaraan roda dua agar bisa masuk lebih dekat
  • Pakai alas kaki yang nyaman dan tidak licin
  • Bawa air minum dan makanan secukupnya
  • Jangan lupa bawa kantong sampah sendiri
  • Siapkan tenaga, karena trekking cukup menantang

Waktu Terbaik Berkunjung:

  • Pagi hari (07.00 -- 10.00) untuk udara yang masih segar
  • Hindari musim hujan karena jalur bisa licin dan aliran air lebih deras
  • Hari biasa lebih direkomendasikan agar suasana tetap alami dan tidak ramai

Ayo sesekali tinggalkan yang mudah... untuk menemukan yang bermakna.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2