Kami pun memutar kendaraan, meninggalkan Ciletuh perlahan sambil menikmati cahaya matahari sore yang mulai condong ke barat.
Perjalanan pulang terasa tenang.
Meski badan mulai lelah, hati justru terasa penuh.
Hari itu kami belajar satu hal. Kadang perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang sempurna. Justru cerita-cerita kecil di sepanjang jalan, berhenti menikmati pemandangan, makan ikan bakar di pinggir pantai, kehilangan kartu e-toll, hingga akhirnya pulang tanpa menginap, itulah yang kelak akan paling sering kami kenang. Sebab dalam setiap perjalanan, yang paling berharga bukanlah destinasinya, melainkan kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai.