Kalau baru saja berdiri di tengah susunan batu raksasa yang bikin merasa seolah ada di Inggris, rasanya masih sulit berpindah suasana. Tapi siapa sangka, hanya butuh waktu 2--3 menit melaju, belok sedikit, dan tiba-tiba pandangan disambut oleh bangunan megah seolah baru melangkah masuk ke dalam film fantasi! Inilah kelanjutan petualangan kami setelah puas menjelajahi replika Stonehenge: menyambangi The Lost World Castle.

Setelah lelah berjalan dan memotret di area Stonehenge, kami tidak perlu berkendara jauh. Cukup sekitar 2 hingga 3 menit saja, kendaraan yang dikemudikan oleh Pak Andi-sopir sekaligus pemandu setia kami hari itu-sudah melambat dan masuk ke area parkir. Istri saya, sesekali berkomentar lucu, yang duduk di kursi belakang, Pak Andi, begitu memarkirkan mobil sibuk memeriksa kamera seolah sedang bersiap menghadapi medan perang foto!
"Pak Andi, beneran cuma sebentar ini? Saya kira harus naik turun bukit lagi," tanya istri saya sambil tersenyum.
Pak Andi hanya tertawa kecil sambil mematikan mesin: "Ibu, kalau jalan-jalan di sini, jaraknya memang dekat tapi rasanya seperti masuk ke dunia lain. Sabar saja, nanti matanya yang bakal dimanjakan!"
Dan benar saja, begitu turun dari kendaraan, mata kami langsung tertuju pada bangunan megah yang berdiri kokoh. The Lost World Castle bukan sekadar tempat wisata biasa. Ini adalah taman rekreasi tematik yang mengusung konsep kastil bergaya Eropa abad pertengahan, lengkap dengan nuansa fantasi yang terasa kental di setiap sudutnya. Berada di jalur wisata Kaliurang, aksesnya sangat mudah dijangkau dari berbagai arah di Yogyakarta.
Kawasan ini dibangun di atas lahan yang cukup luas, mencakup area kastil utama, taman terbuka, serta berbagai instalasi unik. Berada di dataran yang cukup tinggi, tempat ini menawarkan pandangan luas ke arah selatan, sementara di sisi utara terlihat jelas deretan pegunungan yang menambah keindahan latar belakang.
Yang paling menarik adalah cara pembangunannya. Sebagian besar struktur menggunakan bata ekspos berwarna cokelat kemerahan. Teksturnya yang kasar memberikan kesan otentik seperti benteng zaman dulu, dan warnanya sangat kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitarnya. Rasanya benar-benar seperti masuk ke dalam negeri dongeng!
Kawasannya pun terbagi menjadi beberapa zona dengan tema yang berbeda-beda. Di area utama, kita bisa menjelajahi ruang-ruang yang dihias sedemikian rupa agar terasa seperti istana raja dan ratu. Sementara di zona luar, tersebar taman dengan patung-patung unik, miniatur bangunan bergaya Eropa, dan jembatan-jembatan kecil yang terlihat sangat indah.
Bagi kami yang hobi mengabadikan momen, tempat ini adalah surga! Ada puluhan titik foto yang disiapkan khusus, mulai dari puncak menara kastil, taman bunga yang cantik, hingga tempat yang langsung menghadap ke arah Gunung Merapi. Pencahayaannya pun sangat mendukung, terutama saat pagi hingga siang hari, sehingga hasil foto terlihat cerah dan memukau. Bahkan di ruangan dalam pun disediakan properti tambahan seperti takhta dan hiasan tematik, jadi kami bisa bergaya sepuasnya.
