Beberapa menit kemudian...
"Pah, kok masuk kampung terus?"
"Namanya juga cari curug, bukan cari mal."
"Kalau nanti nyasar?"
"Tenang... yang penting kita berdua. Kalau nyasar, minimal nyasarnya romantis."
Kali ini saya yang tertawa lebih dulu, sementara istri hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Dan ternyata perjalanan itu benar-benar tidak sia-sia.

Begitu motor diparkir di depan rumah penduduk, kami langsung dibuat takjub. Tidak perlu trekking jauh, tidak perlu berjalan menembus hutan, bahkan dari tempat parkir saja suara gemuruh air sudah terdengar jelas.
Hanya sekitar sepuluh meter dari lokasi parkir, pemandangan luar biasa langsung tersaji di depan mata.
Dua air terjun sekaligus!