Video Pilihan

Dua Curug Dalam Satu Pandangan

17 Agustus 2026   05:24 Diperbarui: 17 Agustus 2026   05:24 212 9 6


A Day in My Life

Catatan dari Saung APA, 620 MDPL

Episode 22 -- Dua Curug dalam Satu Pandangan

Selamat pagi kompasianer...

Kalau sudah bicara soal Bogor, rasanya daerah ini memang tidak pernah kehabisan kejutan. Setiap kali merasa sudah cukup mengenal sudut-sudutnya, selalu saja ada tempat baru yang membuat kami berkata, "Lho... ternyata masih ada yang seperti ini?"

Biasanya orang berburu air terjun ke kawasan Puncak atau Sentul. Tapi kali ini, saya dan istri memilih arah yang berbeda. Dengan kendaraan legend kami, si Supra X yang setia menemani entah berapa ribu kilometer perjalanan, kami meluncur menuju Leuwiliang untuk mencari sebuah curug yang namanya mulai sering terdengar: Curug Cikoneng.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Perjalanan menuju lokasi cukup menyenangkan. Jalanan membawa kami melewati hamparan sawah, kebun, dan perkampungan yang masih terasa sangat alami. Sesekali saya dan istri bercanda sepanjang perjalanan.

"Pah, ini benar jalannya?"

"Benar mah... kalau salah juga nanti pasti ketemu jalan yang benar."

Istri hanya tertawa.

Beberapa menit kemudian...

"Pah, kok masuk kampung terus?"

"Namanya juga cari curug, bukan cari mal."

"Kalau nanti nyasar?"

"Tenang... yang penting kita berdua. Kalau nyasar, minimal nyasarnya romantis."

Kali ini saya yang tertawa lebih dulu, sementara istri hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Dan ternyata perjalanan itu benar-benar tidak sia-sia.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Begitu motor diparkir di depan rumah penduduk, kami langsung dibuat takjub. Tidak perlu trekking jauh, tidak perlu berjalan menembus hutan, bahkan dari tempat parkir saja suara gemuruh air sudah terdengar jelas.

Hanya sekitar sepuluh meter dari lokasi parkir, pemandangan luar biasa langsung tersaji di depan mata.

Dua air terjun sekaligus!

Saya dan istri saling berpandangan.

"Pah... ini sih bonus."

"Iya mah, biasanya jalan jauh dulu baru lihat curug. Ini mah turun motor langsung disambut dua curug."

Curug Cikoneng memang memiliki keunikan yang jarang ditemukan. Air mengalir dari tingkatan pertama menuju kolam alami di bawahnya, kemudian kembali jatuh ke tingkatan kedua. Formasi bertingkat ini menciptakan panorama yang sangat indah dan artistik.

Dari berbagai sudut, curug ini terlihat berbeda. Kadang tampak gagah dengan tebing batu yang mengapitnya, kadang terlihat lembut saat percikan air membentuk kabut tipis yang menari di udara.

Kami cukup lama berdiri menikmati pemandangan itu.

Tidak terburu-buru.

Tidak banyak bicara.

Hanya menikmati suara alam yang berpadu dengan gemericik air.

Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami dengan air yang sangat jernih. Airnya berasal langsung dari pegunungan sehingga terasa begitu dingin dan menyegarkan. Bebatuan besar yang tersebar di sekitar aliran sungai menambah keindahan tempat ini.

Sesekali terlihat pengunjung bermain air, sementara yang lain sibuk mencari sudut terbaik untuk mengabadikan momen.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Yang paling kami sukai justru suasananya.

Tidak seramai curug-curug populer di kawasan Puncak. Tidak ada hiruk-pikuk berlebihan. Hanya suara air, angin, dan kicauan burung yang sesekali terdengar dari pepohonan sekitar.

Suasana seperti inilah yang sering kami cari.

Tempat yang membuat pikiran beristirahat.

Tempat yang membuat hati kembali tenang.

Tempat yang mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dicari jauh-jauh.

Setelah puas menikmati keindahan Curug Cikoneng, seperti biasa kami tidak langsung pulang. Rasanya ada yang kurang kalau perjalanan tidak ditutup dengan menikmati makanan di sekitar lokasi.

Kami pun duduk santai sambil menikmati menu yang tersedia. Sederhana, tetapi terasa nikmat. Mungkin karena disantap setelah menikmati udara pegunungan dan keindahan alam yang masih terjaga.

Dalam perjalanan pulang, saya kembali berkata kepada istri,

"Mah, ternyata masih banyak ya tempat indah yang belum kita datangi."

Istri tersenyum lalu menjawab,

"Alhamdulillah... berarti kita masih punya banyak alasan untuk terus jalan berdua."

"Koleksi: Misbah Moerad"

Saya mengangguk.

Benar juga.

Selama masih diberi kesehatan, masih ada waktu, dan masih ada motor legend yang setia menemani, selalu ada cerita baru yang menunggu untuk dituliskan.

Dan Curug Cikoneng di Leuwiliang hari itu menjadi salah satu cerita indah yang kami bawa pulang.

Bukan hanya tentang air terjun yang cantik.

Tetapi juga tentang perjalanan sederhana, tawa kecil di atas motor tua, dan rasa syukur karena masih bisa menikmati keindahan ciptaan-Nya bersama orang yang selalu ada di samping kita.

Salam dari Saung APA, 620 MDPL.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5